Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo Laporkan ke Wapres, Begini Rencana Proyek Food Estate

Proyek ketahanan pangan ini berpeluang memancing investasi dari negara lain seperti Korea Selatan, Abu Dhabi, Qatar, dan China.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 03 September 2020  |  18:38 WIB
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020. - Instagram/Prabowo
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020. - Instagram/Prabowo

Bisnis.com, JAKARTA - Proyek lumbung pangan atau food estate yang tengah dipersiapkan pemerintah bakal menyedot investasi dari negara asing seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk mengamankan stok pangan.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi usa Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kamis (3/9/2020).

Dia mengatakan dengan mewabahnya Covid-19, semua negara sibuk memikirkan ketahanan pangan masing-masing. Begitu pula dengan Indonesia. Dengan kenyataan bahwa masyarakat Indonesia yang bergantung dengan beras, jelas dia, sudah saatnya bangsa ini melakukan diversifikasi.

Dalam kesempatan ini, Menhan Prabowo melaporkan terdapat 1,4 juta hektare tanah yang akan dijadikan lumbung pangan yang terdiri dari beras dan non-beras, mulai dari singkong, sagu, sorgum, jagung, dan lainnya

Rencananya lumbung pangan ini akan dibangun di beberapa daerah seperti Kalimantan Tengah, Merauke, Bangka Belitung, Jambi, dan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan Rp5,6 triliun untuk membangun food estate di Kalimantan Tengah.

“Masyarakat akan dilibatkan. Itu salah satu permohonan wapres supaya melibatkan masyarakat, unsur stakeholder dari daerah setempat, pesantren, dan lainnya. Tergantung wilayahnya,” ujarnya melalui pernyataan tertulis.

Bahkan proyek ketahanan pangan ini berpeluang memancing investasi dari negara lain seperti Korea Selatan, Abu Dhabi, Qatar, dan China.

Prabowo juga mengundang wapres secara khusus untuk menjelaskan lebih rinci soal proyek ketahanan pangan.

Selain soal lumbung pangan, Menhan Prabowo juga berdiskusi soal redistribusi lahan. Menurut Prabowo, redistribusi lahan penting dilakukan terhadap lahan-lahan tidur yang dimiliki oleh orang kaya yang tidak dimanfaatkan.

“Kalau lahan tidur terlalu lama tidak dipakai, itu sebaiknya dilakukan redistribusi. Itu juga sudah mulai dilakukan oleh presiden dan [akan] terus digalakkan,” ujarnya.

Adapun agenda ketiga, Prabowo melaporkan soal perbaikan alutsista. Menurut Prabowo, beberapa pesawat tempur, kapal, tank akan diperbaiki lantaran akan mahal jika harus membeli lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prabowo subianto food estate Ma'ruf Amin wapres ma'ruf amin
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top