Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sengketa Mediterania Timur, Turki Perluas Kegiatan Eksplorasi

Turki tetap melakukan kegiatan eksplorasi bahkan mempeluas wilayah ekplorasi di kawasan yang dipersengketakan dengan Yunani.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 September 2020  |  12:29 WIB
Sengketa Mediterania Timur, Turki Perluas Kegiatan Eksplorasi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, ISTANBUL - Seperti disampaikan sebelumnya, Turki benar-benar tidak mundur dari wilayah sengketa dengan Yunani di kawasan Mediterania Timur.

Turki bahkan menyatakan bahwa kapal eksplorasi Oruc Reis akan melakukan survei seismik di daerah sengketa di Mediterania timur hingga 12 September.

Hal itu jelas memicu kemarahan Yunani.

Dua negara yang sama-sama menjadi sekutu NATO itu saling klaim atas sumber daya hidrokarbon di daerah tersebut.

Mereka bersikukuh berbeda pandangan tentang sejauh mana landas kontinen mereka di perairan yang sebagian besar dihiasi pulau-pulau Yunani.

Kedua belah pihak telah melakukan latihan militer di Mediterania Timur. Mereka mengantisipasi potensi perselisihan yang meningkat terkait sengketa landas kontinen.

Angkatan Laut Turki mengeluarkan peringatan yang mengatakan Oruc Reis akan terus melakukan kegiatan eksplorasi hingga 12 September. Sebelumnya telah dijadwalkan untuk kegiatan eksplorasi hingga 1 September.

Pernyataan itu datang setelah eksekutif Uni Eropa pada Senin pagi menyerukan dialog dengan Turki dan menuntut agar Ankara menahan diri dari langkah sepihak yang memicu ketegangan di Mediterania timur.

Kementerian luar negeri Yunani menyebut pernyataan itu ilegal dan mendesak Turki meredakan ketegangan dan bekerja untuk stabilitas di kawasan.

"Turki terus mengabaikan seruan untuk dialog dan meningkatkan provokasinya," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. "Yunani tidak akan diperas."

Yunani akan terus mengupayakan kesepakatan maritim dengan Turki di kawasan itu, berdasarkan hukum internasional dan hukum Laut, tambah kementerian itu.

Pekan lalu, Yunani meratifikasi kesepakatan tentang perbatasan laut dengan Mesir.

Pernyataan terbaru Turki mengacu pada area eksplorasi tertentu. Pada Sabtu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Oruc Reis akan terus bekerja selama 90 hari ke depan karena secara bertahap semakin dekat ke provinsi Antalya di Turki.

Survei seismik merupakan bagian dari pekerjaan persiapan untuk eksplorasi hidrokarbon potensial. Turki juga telah mengeksplorasi sumber daya hidrokarbon di Laut Hitam dan menemukan ladang gas 320 miliar meter kubik (11,3 triliun kaki kubik).

Secara terpisah, Turki juga mengatakan akan mengadakan latihan militer di lepas pantai barat laut Siprus hingga 11 September.

Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump berbicara melalui telepon pada Rabu (26/8) untuk membahas masalah bilateral dan regional, termasuk Mediterania, menurut kantor kepresidenan Turki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki yunani

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top