Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Polri Periksa 105 Saksi

Bareskrim Polri memastikan bekerja secara profesional dan transparan untuk mengungkap penyebab kebakaran gedung Kejagung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 September 2020  |  00:59 WIB
Kondisi gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan petugas dari tim laboratorium forensik (Labfor) dan Inafis menunda olah tempat kejadian (TKP) kebakaran gedung Kejaksaan Agung karena terkendala asap sehingga belum dapat menjangkau secara keseluruhan lokasi kebakaran, rencananya olah TKP akan dilakukan pada Senin (24/8/2020). ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Kondisi gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan petugas dari tim laboratorium forensik (Labfor) dan Inafis menunda olah tempat kejadian (TKP) kebakaran gedung Kejaksaan Agung karena terkendala asap sehingga belum dapat menjangkau secara keseluruhan lokasi kebakaran, rencananya olah TKP akan dilakukan pada Senin (24/8/2020). ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri telah memeriksa sebanyak 105 saksi dalam penyelidikan penyebab kebakaran Gedung Kejaksaan Agung. Saksi yang diperiksa mulai dari pejabat hingga office boy (OB) di Kejagung.

"Informasi pada hari ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 105 saksi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Dia menuturkan bahwa sejumlah saksi ini digali keterangannya untuk mengungkap penyebab kebakaran di gedung Kejagung.

"Yang diperiksa itu office boy sebanyak 54 orang, cleanning service sebanyak 20 orang, keamanan dalam kantor Kejaksaan Agung sebanyak 10 orang, PJU (pejabat utama) atau PNS sebanyak lima orang, tukang sebanyak tujuh orang, swasta sebanyak tujuh orang dan teknisi sebanyak dua orang," paparnya.

Selain itu, tim Laboraturium Forensik Polri juga melakukan olah TKP untuk selanjutnya dianalisa di Puslabfor Polri. Temuan-temuan inilah yang nantinya akan dicocokkan dengan keterangan para saksi.

"Jadi kami bekerja secara pararel. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi, Labfor melakukan olah TKP tahap 1 dan tahap 2 dengan mengumpulkan temuan di lapangan yang selanjutnya dilakukan analisa oleh Puslabfor Bareskrim Polri," ujar Awi.

Dia menjelaskan nantinya hasil dari analisa tersebutlah yang akan menentukan kasus ini terkait dengan bencana atau unsur lainnya. Selanjutnya. hasil tersebut akan dicocokkan dengan keterangan saksi dan hasil di lapangan.

Awi pun meminta publik untuk bersabar menunggu kinerja penyidik Bareskrim Polri. Dia memastikan bahwa Polri bekerja profesional dan transparan untuk mengungkap penyebab kebakaran gedung Kejagung.

"Mohon bersabar menunggu, menghormati dan memberikan kesempatan untuk Puslabfor Bareskrim Polri dan tim bekerja," ujarnya.

Sebelumnya, Gedung Utama Kejagung dilalap si jago merah pada Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 19.00 WIB. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan petugas damkar gabungan berupaya memadamkan api hingga Minggu (23/8/2020) pagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung kebakaran bareskrim polri

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top