Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Inggris yang Mengisolasi Diri karena Covid-19 Akan Dibayar

Warga yang dinyatakan positif mengidap Corona akan mendapat bantuan uang 130 pound (sekitar Rp2,5 juta) selama periode karantina, 10 hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  10:16 WIB
Ilustrasi-Warga Inggris di masa pandemi Covid-19 - Bloomberg
Ilustrasi-Warga Inggris di masa pandemi Covid-19 - Bloomberg

Bisnis.com, LONDON - Warga berpenghasilan rendah di Inggris tidak perlu khawatir jika terpaksa harus berdiam diri di rumah karena diduga terpapar Covid-19.

Mereka akan tetap mendapatkan penghasilan selama mengisolasi diri dari dana yang dibayarkan pemerintah Inggris.

Hal itu merupakan salah satu upaya Inggris meningkatkan pengendalian wabah Covid-19.

Kebijakan baru itu diambil setelah kalangan politisi oposisi mendesak pemerintah untuk menerapkan sistem pembayaran. Desakan tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa sebagian warga tidak akan bisa mematuhi panduan kesehatan karena mereka harus tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Inggris menegaskan warga yang dinyatakan positif mengidap Corona akan mendapat bantuan uang 130 pound (sekitar Rp2,5 juta) selama periode karantina, 10 hari.

Anggota-anggota rumah tangga mereka, yang harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari, akan mendapat 182 pound (sekitar Rp3,5 juta).

Uang bantuan itu akan diberikan kepada warga yang berada dalam sistem bantuan kesejahteraan, yang dikenal sebagai Universal Credit atau Working Tax Credit, atau warga yang tidak mampu bekerja dari rumah.

Skema itu akan coba diterapkan pertama kali bagi warga di Blackburn, Pendle, dan Oldham, yang mengalami karantina wilayah karena tingkat penularan virus di daerah mereka lebih tinggi.

"Masyarakat Inggris telah mengorbankan banyak hal untuk membantu memperlambat penyebaran virus. Mengisolasi diri jika dinyatakan positif Covid-19, atau telah melakukan kontak dengan seseorang yang mengidapnya, tetap penting untuk tetap memantau wabah di daerah setempat," kata Matt Hancock, menteri kesehatan.

Lebih dari 65.000 orang di Inggris meninggal akibat virus Corona, menurut kantor statistik pemerintah.

Lonjakan wabah di Inggris berlangsung lebih lama dan menyebar ke lebih banyak tempat daripada di negara-negara Eropa yang terpukul paling parah, seperti Italia dan Spanyol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top