Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Snapback Sanksi PBB, Iran: Usul AS Timbulkan Konsekuensi Berbahaya

Teheran menyatakan AS tidak berhak lagi bicara soal nuklir Iran karena sudah meninggalkan perjanjian tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  11:09 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif - Reuters
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif - Reuters

Bisnis.com, DUBAI - Iran menunjukkan kegusarannya atas upaya AS agar sanksi PBB untuk Negeri Para Mullah itu diberlakukan kembali.

Teheran menyebutkan bahwa Amerika Serikat tidak berhak mendesak penerapan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran.

Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif dalam suratnya kepada PBB.

Dalam surat itu, Zarif meminta anggota Dewan Keamanan PBB menolak upaya Washington tersebut.

"Tekanan AS untuk menerapkan kembali sanksi PBB terhadap Iran akan memunculkan konsekuensi yang berbahaya ... Iran telah menahan diri dengan niatan baik ... Kini giliran masyarakat internasional yang melawan tekanan tidak sah dari Amerika Serikat," kata Zarif dalam suratnya.

Stasiun TV Iran menyebutkan surat itu telah disampaikan oleh utusan Iran untuk PBB Majid Takhteravanchi kepada kepala Dewan Keamanan PBB.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Rabu mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah mengarahkannya agar memicu snapback seluruh sanksi PBB terhadap Iran di Dewan Keamanan PBB di New York pada Kamis (20/8).

Dalam upaya menjatuhkan kembali sanksi tersebut, AS akan mengajukan keberatan kepada DK PBB mengenai ketidakpatuhan Iran terhadap perjanjian nuklir, meskipun Washington telah angkat kaki dari perjanjian itu pada 2018.

Zarif menegaskan Washington tidak memiliki hak untuk mendorong mekanisme snapback sebab AS tidak lagi menjadi bagian dari perjanjian nuklir tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran amerika serikat

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top