Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diduga Terima US$500.000 dari Joko Tjandra, Kejagung Tetapkan Jaksa Pinangki Jadi Tersangka

Menetapkan status tersangka terhadap jaksa PSM dan melakukan penahanan selama 20 hari ke depan
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  09:35 WIB
Jaksa Pinangki Sirna Malasari (tengah). - Istimewa
Jaksa Pinangki Sirna Malasari (tengah). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) tetapkan oknum jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka kasus gratifikasi, karena diduga terima uang sebesar US$500.000 dari terpidana Djoko Soegiharto Tjandra.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik langsung menjemput oknum Pinangki Sirna Malasari di kediamannya Rabu (12/8/2020), dini hari untuk dilakukan upaya penahanan selama 20 hari ke depan mulai hari ini Rabu 12 Agustus 2020.

"Menetapkan status tersangka terhadap jaksa PSM dan melakukan penahanan selama 20 hari ke depan," tuturnya, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, tim penyidik masih menghitung total jumlah gratifikasi yang diterima oknum Jaksa itu dari terpidana Djoko Soegiharto Tjandra. 

Hari mengemukakan berdasarkan dugaan awal, Pinangki menerima gratifikasi dari terpidana Doko Soegiharto Tjandra sebesar US$500.000 atau Rp7 miliar.

"Untuk jumlahnya masih dalam proses penyidikan LHP, berapa sebenarnya yang diterima. Sementara ini dugaan awal dia menerima US$500.000," kata Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kasus Djoko Tjandra Kejaksaan Agung
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top