Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Kesiapan Pemerintah Inggris Buka Sekolah Tatap Muka Diragukan

PM Inggris Boris Johnson berencana membuka sekolah bulan depan, namun masyarakat Inggris masih belum sepenuhnya yakin terhadap kesiapan pemerintah.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  18:22 WIB
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson bersiap memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson bersiap memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana Perdana Menteri Boris Johnson membuka kembali pembelajaran tatap muka bulan depan belum mendapat dukungan penuh dari masyarakat Inggris.

Survei terbaru di laman YouGov pekan lalu memang menunjukkan lebih dari separuh warga Inggris ingin sekolah kembali dibuka. Namun, masih ada 25 persen warga yang tak setuju dan 18 persen warga belum yakin.

Komisioner Inggris untuk Bidang Anak Anne Longfield menilai opini yang terbelah itu dipicu kemampuan pengetesan massal di Inggris yang belum sesuai ekspektasi. Padahal pengetesan rutin, khususnya di kalangan guru, merupakan aspek yang sangat penting.

"Setidaknya guru dan tenaga kerja di sekolah harus dites seminggu sekali," tuturnya kepada seperti diwartakan Bloomberg Senin (10/8/2020).

Wacana pembukaan sekolah tatap muka pada September 2020 mencuat usai wawancara Boris Johnson dengan sejumlah koran di Inggris.

"Pandemi ini memang belum berakhir, dan berpuas diri adalah hal yang paling ingin kami hindari. Tapi, kami cukup tahu kapan sekolah sebaiknya dibuka dan keselamatan siswa adalah tanggung jawab bersama," papar Boris.

Boris Johnson sendiri kini tengah berada dalam posisi dilematis. Kepercayaan publik terhadap dirinya mulai tampak menurun. Survei di YouGov pada Juli menunjukkan hanya ada 45 persen responden yang masih percaya padanya. Padahal, pada akhir Maret 2020, kepercayaan terhadap Boris masih berada di angka 72 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah inggris Virus Corona Boris Johnson

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top