Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Djoko Tjandra, LPSK: Sulit Lindungi Anita Kolopaking, Kecuali...

Ada satu peluang yang bisa digunakan Anita Kolopaking aka
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  13:23 WIB
Kuasa hukum buronan Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, usai diperiksa oleh JAMWas Kejagung - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Kuasa hukum buronan Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, usai diperiksa oleh JAMWas Kejagung - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan status Anita Kolopaking sebagai tersangka membuat proses perlindungan kepada , pengacara Djoko Tjandra ini menjadi sulit.

Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan Anita sebagai tersangka kasus surat jalan Djoko Tjandra. Kasus ini juga menyeret Brigjen Polisi Prasetijo Utomo.

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo mengatakan akan sulit memproses perlindungan kepada pengacara Anita Kolopaking karena statusnya naik menjadi tersangka.

Akan tetapi, lanjut Hasto, LPSK bisa memenuhi permohonan kuasa hukum terpidana Djoko Tjandra itu bila yang bersangkutan mengajukan permohonan sebagai saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator).

"Karena yang bersangkutan sudah berstatus tersangka kasus tersebut, sulit bagi LPSK untuk memberikan perlindungan. Akan tetapi, kalau Anita ajukan permohonan sebagai saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator), LPSK akan dalami juga dan bisa berikan perlindungan," kata Hasto saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Menurut aturan yang berlaku, LPSK bisa melindungi, antara lain saksi, korban, saksi pelapor, saksi pelaku yang bekerja sama, dan juga saksi ahli.

Hingga kini, kata Hasto, LPSK masih dalam tahap pendalaman terhadap permohonan Anita Kolopaking sebagai saksi kasus surat jalan yang digunakan terpidana Djoko Tjandra untuk kabur ke Pontianak itu.

Hasto menegaskan LPSK belum memutuskan apakah memberi perlindungan atau tidak kepada Anita Kolopaking.

"Pendalaman masih berlangsung karena kami memerlukan keterangan-keterangan dari pihak lain juga, misalnya dari Bareskrim. Sampai sekarang, kami belum memutuskan," kata Hasto.

Diketahui, Anita Kolopaking absen alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Bareskrim Mabes Polri pada hari Selasa (4/8) karena sedang memberikan keterangan di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Waktu pemeriksaan terhadap yang bersangkutan pada hari Selasa lalu memang bersamaan dengan giat permintaan keterangan di LPSK," ujar Hasto.

Anita Kolopaking akhirnya ditahan di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal Polri, Sabtu (8/8/2020) dini hari.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Polisi Ferdy Sambo mengatakan penahanan itu dilakukan untuk pemeriksaan lanjut selama 20 hari oleh penyidik Subdit 5 Dittipidum Bareskrim Polri.

"Jam 03.00 WIB (dini hari) selesai pemeriksaan langsung dilakukan penahanan selama 20 hari mulai tanggal 8-27 Agustus 2020," ujar Ferdy di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Pada Jumat (7/8/2020) Anita datang memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polri pada pukul 10.30 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lpsk Kasus Djoko Tjandra

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top