Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Harun Masiku, Eks Anggota Bawaslu Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina dinilai terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR RI periode 2019 - 2024.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  17:24 WIB
Tersangka mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020) - ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto - pras.
Tersangka mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020) - ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto - pras.

Bisnis.com, JAKARTA - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider Rp200 juta kepada Mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina.

Agustiani dinilai terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR RI periode 2019 - 2024 yang melibatkan eks caleg PDI-P Harun Masiku.

"Terdakwa II Agustiani Tio Fridelina, terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Takdir Suhan saat membacakan Surat Tuntutan, Senin (3/8/2020).

JPU KPK meyakini Agustiani dan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terbukti menerima uang dari Saeful Bahri agar dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan pergantian antar waktu anggota DPR Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I yakni Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

Atas perbuatannya, Agustiani diyakini terbukti melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Wahyu Setiawan ditntut hukuman 8 tahun pidana penjara dan denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam melayangkan tuntutan, Jaksa memiliki sejumlah pertimbangan. Untuk hal yang memberatkan, Agustiani dinilai tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Sementara itu untuk hal yang meringankan, Agustiani bersikap sopan selama persidangan serta mengakui dan menyesali perbuatannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi bawaslu Harun Masiku
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top