Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fitch Pangkas Outlook Rating Utang Jepang jadi Negatif

Risiko prospek ekonomi dan peningkatan kasus baru Covid-19 menjadi alasan Fitch memangkas rating utang Negeri Sakura tersebut.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  12:56 WIB
Pejalan kaki menikmati sakura yang bermekaran di tepi Sungai Sumida, Tokyo, Jepang - Bloomberg/Loulou D\'Aki
Pejalan kaki menikmati sakura yang bermekaran di tepi Sungai Sumida, Tokyo, Jepang - Bloomberg/Loulou D\\\'Aki

Bisnis.com, JAKARTA- Fitch memangkas peringkat utang jangka panjang Jepang menjadi 'negatif' akibat peningkatan jumlah kasus Covid-19 di negara itu dan risiko prospek ekonomi.

"Defisit fiskal yang lebih luas pada tahun 2020 dan 2021, seperti yang kami proyeksikan, akan menambah secara signifikan utang publik Jepang, yang bahkan sebelum pandemi adalah yang tertinggi di antara negara-negara dalam peringkat Fitch," tulis perusahaan pemeringkat global tersebut dalam laporannya.

Pemerintah Jepang tengah bergulat dengan defisit yang melonjak setelah meningkatkan pengeluaran untuk melawan dampak Covid-19.
Kasus Covid-19 kembali meningkat baru-baru ini di Tokyo dan pemulihan ekonomi yang lambat dapat mendorong lebih banyak pengeluaran stimulus pemerintah.

Laporan peringkat utang dari S&P berdampak kecil pada pergerakan yen, yang diperdagangkan di sekitar 105,07 per dolar padda Rabu (29/7/2020) di Tokyo.

Analis Kredit Senior di Manulife Asset Management Shunsuke Oshida mengungkapkan pasar dapat terkena dampak negatif jika laporan perusahaan pemeringkat menyebar dan mempengaruhi sektor perbankan Jepang.

"Jika peringkat bank juga diturunkan, itu bisa meningkatkan biaya pengadaan dolar oleh perbankan," katanya.

Jepang telah meningkatkan jumlah stimulus ekonomi untuk memerangi dampak virus menjadi sekitar US$2 triliun, atau sekitar 40 persen dari ukuran ekonominya.

Namun, Fitch dan perusahaan pemeringkat lainnya baru-baru ini mengatakan mungkin tidak akan ada konsekuensi peringkat jika pemerintah merealisasikan janji untuk menyeimbangkan anggarannya pada tahun 2025.

Kekhawatiran yang lebih besar yang dilihat perusahaan pemeringkat lebih terkait dengan seberapa cepat ekonomi Jepang dapat pulih dari pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang fitch ratings

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top