Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsulat China di Houston Ditutup, Dokumen Dibumihanguskan

Ketegangan diplomatik antara AS dan China meningkat tajam setelah Pemerintah AS akhirnya menutup Konsulat negara itu di Houston untuk melindungi "kekayaan intelektual Amerika Serikat dan informasi pribadi".
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  06:40 WIB
Loading the player ...
Kebakaran Kanto Konsuler China di Houston. Video: Youtube KPRC 2 Click2Housto

Bisnis.com, JAKARTA - Ketegangan diplomatik antara AS dan China meningkat tajam setelah Pemerintah AS akhirnya menutup Konsulat negara itu di Houston untuk melindungi "kekayaan intelektual Amerika Serikat dan informasi pribadi".

Seorang senator Republik mengklaim bahwa konsulat di negara bagian Texas itu, yang mencakup beberapa negara bagian selatan, adalah "pusat spionase".

Sementara itu China menggambarkan penutupan itu sebagai peningkatan ketegangan yang "belum pernah terjadi sebelumnya" dan "keterlaluan" selain mengancam akan melakukan pembalasan.

"China mengutuk keras tindakan yang keterlaluan itu dan tidak dapat membenarkan langkah tersebut yang akan menyabotase hubungan China-AS," kata jurubicara kementerian luar negeri China Wang Wenbin pada jumpa pers reguler seperti dikutip TheGuardian.com, Kamis (23/7).

Karena itu pihaknya mendesak AS untuk segera menarik keputusannya yang keliru, jika tidak China akan membuat reaksi yang sah dan perlu.

Simak video detik-detik kebakaran tersebut di atas yang dilaporkan media lokal Click2houston.com dengan memposting videonya di Youtbe KPRC 2 Click2Houston.

Dinas pemadam kebakaran dipanggil ke konsulat Houston semalam setelah asap terlihat naik dari kompleks itu. Para pejabat AS mengatakan bahwa staf, yang diberikan waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu, membakar dokumen di pekarangannya.

Tidak jelas apakah penutupan konsulat dipicu oleh perkembangan baru. Selama kunjungan ke Denmark kemarin, Menlu AS, Mike Pompeo mengatakan langkah itu mencerminkan keputusan AS yang tidak bisa lagi menolerir perilaku Cina.

"Presiden Trump mengatakan 'cukup'. kami tidak akan membiarkan ini terus terjadi,” kata Pompeo.

Dia mengatakan AS telah menetapkan harapan yang jelas tentang bagaimana pejabat partai Komunis China berperilaku. Ketika mereka tidak memenuhi harapan maka pihaknya akan mengambil tindakan yang melindungi rakyat Amerika Serikat.

“Kami harus melindungi keamanan kami, keamanan nasional kami, dan juga melindungi ekonomi dan pekerjaan," katanya.

Sementara itu juru bicara Departemen Luar Negeri, Morgan Ortagus mengatakan: "Amerika Serikat tidak akan mentolerir pelanggaran RRC terhadap kedaulatan dan intimidasi terhadap orang-orang kami, sama seperti kami tidak mentolerir praktik perdagangan yang tidak adil RRC, pencurian hasil karya warga Amerika Serikat dan perilaku yang mengerikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china texas perang dagang AS vs China
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top