Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polisi Tangkap Komplotan Perampok Pengusaha Asal Kudus

Perampokan pengusaha aasal Kusus yang terjadi pada tanggal 9 Juli 2020 dilakukan oleh delapan orang yang beberapa di antaranya merupakan residivis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  15:51 WIB
Ilustrasi - Antaranews.com
Ilustrasi - Antaranews.com

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi meringkus tujuh anggota komplotan perampok yang menguras harta di rumah pengusaha plastik asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Lim Cahyo Wibowo.

"Ditangkap secara terpisah di beberapa daerah di Jawa Barat," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Wihastono Yoga Pranoto di Semarang, Rabu (23/7/2020).

Menurut dia, perampokan yang terjadi pada tanggal 9 Juli 2020 dilakukan oleh delapan orang yang beberapa di antaranya merupakan residivis.

"Satu pelaku masih buron," kata Kombes Pol. Wihastono.

Ia menjelaskan para pelaku ini memiliki peran masing-masing saat beraksi.

Modus yang digunakan pelaku dengan mematikan listrik di rumah korban.

"Saat korban keluar rumah untuk mengecek penyebab listrik mati, pelaku langsung masuk," katanya.

Empat pelaku masuk ke dalam rumah korban, sementara empat lainnya berjaga di luar.

Dalam aksinya, lanjut dia, pelaku menyekap para penghuni rumah.

Pelaku menguras harta korban yang terdiri atas uang tunai senilai Rp1,6 miliar, uang tunai dalam bentuk mata uang asing, perhiasan seberat 970 gram, puluhan sertifikat rumah, serta sebuah mobil.

"Total kerugian ditaksir mencapai Rp2,2 miliar," katanya.

Para pelaku ini tertangkap setelah dalam upaya pelariannya terekam kamera CCTV.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perampokan

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top