Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obituari: Sapardi Djoko, Puisi Hujan Bulan Juni & Anak Muda Indonesia  

Karya-karya Sapardi Djoko Damono telah menemani generasi muda Indonesia untuk menikmati sastra.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 19 Juli 2020  |  23:25 WIB
Novel dan buku puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. - Antara
Novel dan buku puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Mendiang Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu sastrawan senior yang karya puisinya mendapatkan tempat dalam hati anak muda Indonesia dari waktu ke waktu.

Sapardi yang menghembuskan nafas terakhirnya pada hari ini, Minggu (17/7/2020) itu melahirkan karya monumental seperti, Hujan Bulan Juni, Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana, Yang Fana adalah Waktu, hingga Pada Suatu Hari Nanti mengiringi relung magi anak muda Indonesia bertumbuh.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Hilmar Farid mengatakan kedekatan karya sastrawan kelahiran 1940 itu terlihat dari alih wahana beragam karyanya, terutama Hujan Bulan Juni, dalam berbagai bentuk. 

"Saya kira Sapardi [Djoko Damono] adalah salah satu sastrawan senior yang mendapat tempat dalam hati anak muda Indonesia, dari waktu ke waktu," katanya kepada Bisnis, Minggu (17/7/2020).

Dia menuturkan puisi-puisi Sapardi yang mudah diakses dengan teman kehidupan, dan inspirasinya alam dan lingkungan sekeliling kita menjadikan karyanya terus hidup.

"Sederhana. Dan justru kesederhanaan inilah yang membuatnya istimewa," katanya.

Dia menambahkan saat ini terdapat banyak kelas menulis puisi, cerpen, naskah drama/film di berbagai tempat. 

Kondisi ini menunjukkan ada semacam gairah baru di kalangan muda untuk mengekspresikan diri dengan sastra. 

"Tentu ini menggembirakan dan kita berharap akan lahir generasi baru penyair dan penulis Indonesia yang bisa berdiri di atas bahu para raksasa sastra Indonesia, antara lain Sapardi," katanya. 

Penyair Sapardi Djoko Damono berpulang hari ini, Minggu (19/7/2020), di RS Eka Hospital, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. 

Kabar duka meninggalnya Sapardi Djoko Damono diperoleh Bisnis dari Asro Kamal Rokan, mantan Pemimpin Redaksi Harian Republika. Kabar tersebut juga dikonfirmasi dari Eka Budianta, penyair yang juga koleganya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Eka menyampaikan bahwa rumah duka Sapardi Djoko Damono berada di Ciputat, Tangerang Selatan. "Rumah duka di Komplek Dosen UI No.113, Ciputat," ujarnya dalam pesan singkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

puisi Sapardi Djoko Damono
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top