Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Melbourne Hadapi Gelombang Kedua Covid-19, Kepercayaan Konsumen Merosot

Sentimen kepercayaan konsumen Australia merosot seiring dengan penerapan lockdown di Melbourne demi menahan gelombang kedua kasus Covid-19.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  08:51 WIB
Sejumlah orang pada 20 Maret 2020 berjalan di Circular Quay di Sydney melewati kafe-kafe yang kosong akibat lockdown yang diberlakukan untuk membendung penularan virus corona jenis Covid-19. - Bloomberg
Sejumlah orang pada 20 Maret 2020 berjalan di Circular Quay di Sydney melewati kafe-kafe yang kosong akibat lockdown yang diberlakukan untuk membendung penularan virus corona jenis Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Sentimen kepercayaan konsumen Australia merosot seiring dengan penerapan lockdown di Melbourne demi menahan gelombang kedua kasus Covid-19.

Survei yang dilakukan penyedia jasa finansial Westpac Banking Corp. menunjukkan indeks sentimen anjlok 6,1 persen menjadi 87,9 pada Juli, setelah mampu memulih selama dua bulan.

Sub-indeks untuk kondisi ekonomi selama 12 bulan ke depan mencatat penurunan terbesar, dengan jatuh 14 persen, sementara kondisi ekonomi selama lima tahun ke depan turun 10,3 persen.

“Sentimen telah diguncang oleh kebangkitan dalam kasus Covid-19,” ujar Kepala ekonom di Westpac, Bill Evans, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (14/7/2020).

“Data negara menggarisbawahi pentingnya perkembangan terkait virus ini, indeks sentimen di Victoria anjlok 10,4 persen pada Juli, tetapi sentimen di seluruh negara menunjukkan penurunan yang jauh lebih ringan,” tambahnya.

Australia telah melonggarkan pembatasan dan membuka kembali kegiatan perekonomiannya sejak Mei, hingga penyebaran baru Covid-19 di Victoria pada bulan ini mendorong penutupan kembali.

Kekhawatiran tentang penyebaran virus mematikan tersebut meningkat. Episode terisolasi di pinggiran luar Sydney sehingga mendorong beberapa pemerintah negara bagian untuk menjaga perbatasan mereka tetap tertutup.

“Tempo survei ini relevan, mencakup pekan dimana lockdown diumumkan untuk Melbourne. Tapi survei ini ditutup sebelum kabar tentang klaster yang signifikan untuk Sydney,” sambung Evans.

Jajak pendapat didasarkan pada respons dari 1.200 orang dan dilakukan dalam sepekan mulai 6-10 Juli.

Sementara itu, pemerintah federal akan memberikan pernyataan fiskal dan ekonomi pekan depan yang diperkirakan akan menunjukkan prospek untuk dua tahun mendatang dan status program stimulus yang akan berakhir pada September.

Menteri Keuangan Josh Frydenberg telah mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan dukungan untuk pekerja yang dirumahkan dan pengangguran.

Menurut Evans, meskipun pemerintah kemungkinan akan merilis beberapa proyeksi ekonomi yang direvisi, kebanyakan perhatian akan tertuju pada rencana kebijakan untuk beberapa kuartal ke depan.

“Dengan turunnya kepercayaan konsumen yang bersumber dari berita terbaru tentang penutupan di Melbourne, respons kebijakan kemungkinan akan lebih besar,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top