Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Daftar Negara yang Mulai Terapkan Pembatasan Sosial Kedua

Empat negara ini merupakan negara-negara yang mulai melakukan lockdown setelah jumlah kasus Covid-19 meningkat tajam. Dari daftar tersebut, terselip Australia dan Amerika Serikat.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  19:14 WIB
Petugas medis bersiap memeriksa masyarakat di Michigan Health Professionals Covid-19 melalui fasilitas pengujian di Millennium Medical Group di Farmington Hills, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Bloomberg - Emily Elconin
Petugas medis bersiap memeriksa masyarakat di Michigan Health Professionals Covid-19 melalui fasilitas pengujian di Millennium Medical Group di Farmington Hills, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Bloomberg - Emily Elconin

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah negara kembali memberlakukan pembatasan sosial atau bisa disebut lockdown setelah jumlah kasus Covid-19 global yang tembus 13 juta.

Kasus positif virus Corona menyentuh angka 13 juta kasus di dunia pada Senin (13/7/2020). Adapun, kasus terbesar ditemukan di Amerika Serikat dengan 3,4 juta kasus, kemudian diikuti Brasil dengan 1,9 juta kasus dan India sebanyak 879.466 kasus.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (14/7/2020), negara-negara yang akhirnya memberlakukan pembatasan sosial fase kedua di antaranya adalah:

1. Hong Kong

Kota ini akan memberlakukan social distancing ketat mulai Selasa tengah malam, mengikuti peringatan pemerintag risiko wabah yang semakin meluas.

Masyarakat diwajibkan menggunakan masker di kendaraan umum. Restoran tidak memperbolehkan makan di tempat dan hanya melayani bawa pulang di atas pukul 18.00 - 05.00.

South China Morning Post mengungkapkan, warga yang tidak menggunakan masker akan dikenai denda HK$5.000. Bar, pusat kebugaran, karaoke, Ocean Park, Disneyland ditutup.

Hal ini dioutuskan setelah Hong Kong mencatatkan 41 kasus baru pada Senin.

2. Filipina

Presiden Rodrigo Duterte akan mengumumkan peraturan karantina baru pada Rabu (15/7/2020). Kemungkinan besar pemberlakuan tersebut termasuk di Manila.

Perwakilan WHO di Manila mengungkapkan terlalu dini menganggap Filipina sudah mencapai puncak pandemi Covid-19.

Saat ini Filipina mencatatkan 57.000 kasus, 1.599 meninggal, dan 20.371 orang telah sembuh.

"Jumlah kasus masih belum proporsi signifikan jika dilihat dari populasi globalatau populasi di Filipina. Kemungkinan besar belum [mencapai puncak]," kata Rabindra Abeyasinghe seperti dikutip dari Inquirer.

3. Amerika Serikat

Dengan peningkatan jumlah kasus mencapai 60.000 per hari dalam sepekan terakhir, gubernur California telah memerintahkan seluruh bar tutup. Sementara restoran, bioskop, dan museum diminta berhenti beroperasi di dalam ruangan.

Kondisi ini malah diperburuk dengan perang antara Donald Trump dan penasehat kesehatan senior Gedung Putih Anthony Fauci.

The New York Times mencatatkan terdapat total lebih dari 3,3 juta kasus Covid-19 di AS dengan kematian mencapai 135.402.

4. Australia

Kasus Covid-19 baru di Australia mencapai 183 orang per 13 Juli, menjadikan total 10.251 kasus dengan kematian sebanyak 108. Sementara itu, 7.835 orang sudah dinyatakan sembuh.

New South Wales langsung menerapkan restriksi di bar, membatasi pemesanan tempat makan maksimal 10 orang, maksimal pengunjung restoran dibatasi 300 orang.

Hal ini seiring dengan klaster baru yang terdeteksi di sebuah klub di Sydney, The Crossroads. Pemberlakuan denda senilai AU$55.000 bagi yang melanggar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat hong kong Virus Corona Lockdown
Editor : Nindya Aldila
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top