Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Guru Penggerak, Kemendikbud Targetkan 405.000 Guru Terlibat

405.000 guru diproyeksikan terlibat dalam program guru penggerak di Indonesia.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  15:49 WIB
Guru sedang mengajar di kelas. - Antara/Ilustrasi
Guru sedang mengajar di kelas. - Antara/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah menyiapkan angkatan pertama atau pilot bagi Program Guru Penggerak di tahun 2020.

Program Guru Penggerak itu direncanakan bisa menampung 405.000 guru hingga tahun 2024 mendatang.

“Setiap tahun akan ada tiga angkatan, tentu saja semua guru bisa ikut tidak eksklusif hanya untuk negeri, guru swasta dan honorer pun bisa ikut di dalam program ini," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril saat peluncuran Program Guru Penggerak secara virtual, Jumat (3/7/2020).

Disebutkan Iwan untuk ikut dalam program ini para guru harus memiliki kemauan untuk memberi dampak pada ekosistem pendidikan.

Iwan menuturkan pada angkatan pertama akan disiapkan kuota sebanyak 2.800 orang dengan proses penjaringan ketat dan cukup lama.

“Pada angkatam pertama ini kami akan lakukan pilot dan tidak ingin tergesa-gesa. Kita tetap akan ada keterwakilan dari tiga daerah yakni Indonesia Barat, Tengah dan Timur,” kata Iwan.

Kendati demikian, tutur Iwan, Kemendikbud juga mempertimbangkan wilayah yang sedang tidak menyelenggarakan pemilihan kepala daerah atau Pilkada.

Terkait pandemi Covid-19, Iwan mengatakan kemendikbud masih menunda pelaksaan Program Guru Penggerak di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T)

“Untuk daerah 3T pada tahapan pertama ini kita tunda karena pelatihan banyak melalui daring, tetapi untuk tahapan berkutnya akan kami lanjutkan,” ujar Iwan.

Iwan menegaskan kriteria daerah yang dijadikan percontohan bertumpu pada kebutuhan sekolah di daerah akan kepala sekolah hingga 2024.

“Sasarannya bakal ada 50 guru penggerak untuk setiap daerah yang terpilih,” kata Iwan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Program Guru Penggerak sebagai episode kelima dari Kebijakan Merdeka Belajar pada Jumat (3/7/2020) siang ini.

Program itu diproyeksikan dapat menempatkan 20 persen guru penggerak pada posisi strategis di dalam unit pendidikan nasional seperti kepala sekolah, pengawas sekolah, dan mentor pelatihan guru di setiap daerah hingga tahun 2024.

Seleksi tahap pertama diadakan pada 23 hingga 30 Juli 2020 dengan kuota sebanyak 2.800 orang. Seleksi awal ini menyangkut registrasi, esai, analisis studi kasus, dan tes bakat skolastik.

Seleksi berikutnya bergulir pada 31 Agustus hingga 16 September 2020, bertumpu pada simulasi mengajar dan wawancara.

Pengumuman lolos sebagai guru penggerak dijadwalkan pada 19 September 2020.

Pelaksanaan angkatan pertama Program Guru Penggerak direncanakan pada 5 Oktober 2020 hingga 31 Agustus 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru kemendikbud
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top