Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakar Sebut Pasien Corona yang Sembuh Bisa Terinfeksi Kembali

Kalau seorang pasien sudah sembuh kemungkinan terinfeksi atau positif kembali masih mungkin
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  13:08 WIB
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto, Soroy Lardo, mengungkapkan pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh memiliki peluang untuk terinfeksi kembali, jika tidak memerhatikan protokol kesehatan.

“Kalau seorang pasien sudah sembuh kemungkinan terinfeksi atau positif kembali masih mungkin. Jadi Jurnal yang saya baca di China itu ada tiga orang sembuh setelah hari ketujuh dicek kembali ternyata positif dua orang,” kata Soroy saat memberi keterangan di BNPB, Jakarta, pada Kamis (2/7/2020).

Kendati demikian, Soroy menegaskan, peluang pasien positif Covid-19 sembuh untuk kembali terinfeksi masih diselidiki lebih lanjut oleh bidang keilmuan spesifik terkait infeksi virus.

“Untuk Covid-19 ini ternyata ada proses-proses keilmuan yang sampai sekarang sedang kita teliti,” ujarnya.

Dengan demikian, dia mengatakan, dengan meningkatnya kasus orang tanpa gejala atau OTG masyarakat mesti memerhatikan budaya hidup sehat dan bersih agar aman dari Virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Sebelumnya, pakar virologi dari Universitas Udayana Ngurah Mahardika mensinyalir daya mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tidak memiliki daya mutasi yang tinggi.

“Angka kasus di Indonesia masih meningkat, tetapi kemudian agak aneh secara virologi. Saya berharap sebetulnya virus berubah cepat sekali, ternyata tidak,” kata Ngurah melalui keterangan daring di BNPB, Kamis (18/6/2020).

Kendati demikian, dia menerangkan, virus SARS-CoV-2 di Indonesia mengalami sedikit mutasi dengan yang ada di Wuhan. “Tetapi memang perbedaannya belum secara fungsional yang membuatnya semakin ganas,” tuturnya.

Semestinya, dia mengatakan, virus RNA seperti SARS-CoV-2 memiliki daya mutasi yang tinggi dan cepat. Misalkan, dia mencontohkan, HIV dan Influenza yang memiliki daya mutasi yang tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top