Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Senat AS Loloskan Perpanjangan Program Pinjaman Usaha Kecil

Senat AS akhirnya memutuskan untuk memperpanjang pengunaan dana program perlindungan usaha kecil. Dengan keputusan ini, pemerintah AS akan fokus menyalurkan sisa dana tersebut untuk UMKM yang benar-benar membutuhkan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  12:58 WIB
Gedung Capitol di AS - Bloomberg
Gedung Capitol di AS - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Senat Amerika Serikat (AS) akhirnya meloloskan perpanjangan program perlindungan usaha kecil yang ditetapkan sebesar US$130 miliar.

Perpanjangan hingga 8 Agustus 2020 itu diajukan oleh Senator Ben Cardin dari partai Demokrat di Maryland.

Badan Administrasi Bisnis Kecil, yang menjalankan Paycheck Protection Program (PPP) bersama Departemen Keuangan, telah menghentikan pemrosesan aplikasi baru pada Selasa tengah malam (30/6/2020).

Program senilai US$669 miliar itu telah menyetujui lebih dari 4,8 juta pinjaman dengan total US$$520,6 miliar pada Selasa malam. Ada sisa US$134,5 miliar yang akan dikembalikan ke Departemen Keuangan kecuali Kongres kembali menggunakannya.

Cardin mengatakan bahwa batas waktu 30 Juni adalah asumsi yang masuk akal ketika program PPP dibuka pada Maret.

"Kami berpikir pada akhir Juni bahwa ekonomi kami akan kembali ke jalurnya dan kami tidak perlu memiliki aplikasi tambahan setelah tanggal itu," katanya dilansir Bloomberg, Rabu (1/7/2020).

Uang pinjaman PPP yang digunakan untuk penggajian sesuai dengan pedoman tidak harus dilunasi.

Senator Rick Scott dari Partai Republik berusaha untuk mengubah perpanjangan agar dikhususkan bagi bisnis yang paling membutuhkan, tetapi membatalkan upaya itu setelah menghadapi keberatan dari Cardin, yang mengatakan PPP dapat dimodifikasi dalam putaran stimulus berikutnya.

Senator Susan Collins, anggota partai Republik dari Maine, mengatakan bahwa PPP kemungkinan akan dimodifikasi bulan depan sehingga bisnis harus menunjukkan kerugian pendapatan agar memenuhi syarat untuk pinjaman di masa depan.

Senat akan reses selama dua minggu mulai Kamis pekan ini di tengah prospek ekonomi yang memburuk karena kebangkitan virus corona. Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell mengatakan sebelumnya bahwa Senat akan mengambil dan membahas paket bantuan virus lain pada akhir Juli.

Proposal muncul untuk program pinjaman yang dimodifikasi atau inisiatif yang berbeda untuk memberikan bantuan tambahan untuk usaha kecil dan menargetkan bantuan untuk perusahaan dan perusahaan terkecil di daerah tertinggal.

Senator Marco Rubio, seorang Republikan dari negara bagian Florida yang merangkap sebagai Ketua Komite Senat untuk Usaha Kecil dan Kewirausahaan, mengatakan dia membentuk kembali gugus tugas bipartisan yang membantu menciptakan PPP untuk mencapai kesepakatan untuk tahap bantuan berikutnya.

Dia sedang mempertimbangkan undang-undang untuk memperluas penggunaan dana PPP dengan memungkinkan kamar dagang menerapkan dan menyisihkan dana untuk bisnis dengan kurang dari 10 karyawan. Cardin dan Demokrat Senat lainnya telah memperkenalkan RUU yang akan memungkinkan pinjaman kedua untuk usaha kurang dari 100 karyawan yang telah kehilangan setidaknya setengah dari pendapatan karena pandemi.

Regulasi serupa sedang dinegosiasikan di DPR. Pendukung bisnis kecil berharap ide-ide itu menjadi bagian dari negosiasi pada paket stimulus yang lebih luas pada bulan Juli.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan dalam kesaksian di depan Komite Jasa Keuangan Parlemen bahwa administrasi Trump mendukung diberlakukannya undang-undang stimulus tambahan pada akhir Juli.

Dia mengatakan sudah melakukan diskusi dengan Senat AS tentang pengarahan kembali dana PPP untuk bisnis yang paling terkena dampak pandemi, seperti restoran dan hotel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm stimulus senat as

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top