Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Asing Relokasi Pabrik ke Indonesia, Jokowi: Layani Sebaik-baiknya!

Jokowi meminta seluruh jajaran terkait agar membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi investor asing yang ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  13:36 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020). ASAFF Tahun 2020 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan hasil kolaborasi antarnegara dan antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan di Asia. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020). ASAFF Tahun 2020 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan hasil kolaborasi antarnegara dan antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan di Asia. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memerintahkan para menteri terkait dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk melayani dengan sebaik-baiknya pabrik yang hendak merelokasi pabrik ke Indonesia.

Jokowi mengingatkan agar jangan sampai kejadian tahun lalu terulang, di mana 33 perusahaan global merelokasi pabriknya dan Indonesia tidak mendapatkan satupun.

“Kalau izin sulit, urus A sampai Z sehingga investor merasa dilayani. Ini penting sekali,” kata Jokowi saat meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Jokowi mengatakan hal itu termasuk pula terkait pembebasan tanah. Dia meminta jajaranya untuk membantu investor asing yang kesulitan dalam hal pengadaan lahan.

“Tujuan besar buka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya kepada warga kita,” kata Presiden.

Dia juga mengatakan bahwa Indonesia harus memiliki daya saing dalam hal kemudahan berinvestasi. Apabila, negara lain menjual tanah Rp500.000 per meter, maka Indonesia harus mematok harga di bawahnya.

Begitu pula soal perizinan. Apabila, investor membutuhkan waktu satu bulan untuk mengurus izin di negara lain, maka Indonesia harus bisa rampung dalam waktu satu pekan.

“Kalau tempat [negara] lain seminggu, kita harus sehari dua hari,” kata Presiden.

Jokowi mengingatkan bahwa pada era ini bukan lagi negara besar yang mengalahkan negara kecil. Akan tetapi, negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat.

Sementara itu, sebanyak tujuh perusahaan milik asing telah siap untuk investasi pabrik baru ke Indonesia. Adapun, salah satu lokasi yang disiapkan adakah Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

Ketujuh perusahaan yang siap merelokasi pabriknya ke Indonesia antara lain adalah PT Meiloon Technology Indonesia, PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia, PT Kenda Rubber Indonesia, PT Denso Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan PT LG Electronics Indonesia.

Pembukaan sejumlah pabrik baru itu diperkirakan dapat membuka lapangan kerja baru dan menyerap sedikitnya sekitar 30.000 tenaga kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bkpm investasi asing relokasi pabrik
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top