Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Kembali Lockdown Satu Daerah, Setelah Lonjakan Kasus Corona di Dekat Beijing

Pembatasan diberlakukan di Anxin di provinsi Hebei dekat ibu kota untuk menghindari gelombang kedua kasus corona.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  13:50 WIB
Anggota tim dari organisasi sipil untuk penyelamatan Beijing Blue Sky Rescue (BSR) melakukan disinfeksi di pasar grosir Yuegezhuang di Beijing, China, Selasa (16/6/2020)./Antara - Xinhua
Anggota tim dari organisasi sipil untuk penyelamatan Beijing Blue Sky Rescue (BSR) melakukan disinfeksi di pasar grosir Yuegezhuang di Beijing, China, Selasa (16/6/2020)./Antara - Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA - China kembali melakukan penutupan ketat atau lockdown sekitar 400.000 orang dekat Beijing setelah ditemukan lonjakan kasus baru virus corona atau covid-19.

Adapun pembatasan diberlakukan di Anxin di provinsi Hebei. Hal itu bertujuan untuk menghindari gelombang kedua kasus corona, karena lonjakan kecil dianggap sangat serius oleh otoritas kesehatan negara itu.

Mengutip BBC Senin (29/6/2020), pemerintah setempat mengumumkan pada hari Minggu bahwa Anxin akan sepenuhnya tertutup dan dikendalikan. Hanya pekerja penting yang diizinkan keluar rumah.Sementara satu anggota rumah tangga diizinkan keluar sekali sehari untuk berbelanja kebutuhan.

Anxin berjarak sekitar 150 km (90 mil) selatan Beijing. Media China mengatakan ada 18 kasus di daerah itu sejak awal lonjakan baru-baru ini di Beijing dua minggu lalu.

Daerah itu tidak sepadat populasi pusat-pusat kota besar China, dan para ahli kesehatan setempat mengatakan mereka optimis penyebaran itu dapat dihentikan.

Selama 24 jam terakhir, Beijing melaporkan 14 kasus baru virus, menjadikan totalnya sejak pertengahan Juni di pasar makanan menjadi 311 kasus

Walaupun ini adalah jumlah kecil dibandingkan dengan ribuan kasus harian di AS atau Amerika Selatan, China bereaksi cepat untuk menahan penyebaran apa pun.

Beberapa lingkungan di Beijing dibatasi, perjalanan dibatasi, dan gelombang besar pengujian baru diluncurkan.

Secara umum, China telah berhasil meratakan kurva dalam beberapa bulan terakhir. Setelah melewati 80.000 kasus yang dikonfirmasi pada awal Maret, hanya bertambah sekitar 4.700 kasus sejak itu.

Sejak pertengahan Juni, infeksi baru sebagian besar terbatas di Beijing dengan sebagian menyebar ke negara tetangga, Hebei. Negara-negara China lainnya hanya melihat sedikit infeksi satu digit, yang sebagian besar merupakan kasus impor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Virus Corona Lockdown
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top