Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona Hampir 4 Bulan, Begini Arahan Jokowi Percepat Penanganan Covid-19

Presiden meminta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat. Dengan demikian akan memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian virus corona serta dampaknya.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  10:50 WIB
nDokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO - Umarul Faruq\n
nDokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO - Umarul Faruq\\n

Bisnis.com, JAKARTA -  Wabah virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia sudah hampir berjalan selama 4 bulan di Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan sejumlah arahan kepada jajarannya untuk percepatan penanganan pandemi.

Paling utama, Presiden meminta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat. Dengan demikian akan memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian virus corona serta dampaknya.

“Kemudian yang kedua saya juga minta dilihat betul daerah-daerah yang mulai masuk ke new normal. Tahapannya betul-betul dilalui. Baik itu pra kondisi, timingnya kapan,” kata Jokowi membuka rapat terbatas percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Presiden meminta pemerintah pusat untuk memberikan panduan kepada pemerintah daerah. Dengan demikian pra kondisi ,penentuan waktu relaksasi, dan penentuan sektor prioritas dapat dilakukan secara tepat.

Kemudian, Presiden juga kembali meminta mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, sosiolog, antropolog terlibat dalam komunikasi publik, sehingga jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas-jelas covid oleh keluarga.

"Itu saya kira sebuah hal yang harus kita jaga tidak terjadi lagi setelah ini,” katanya.

Jokowi juga menyoroti soal sosialisasi pemeriksaan kepada masyarakat. Dia berharap hal ini dapat menekan penolakan tes, baik PCR maupun rapid test oleh masyarakat.

Jokowi juga meminta percepatan pembayaran reimbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19. Dia mengingatkan untuk menyederhanakan bila ada prosedur yang berbelit.

"Pembayaran klaim rumah sakit secepatnya. Insentif tenaga medis secepatnya. Insentif petuga lab juga secepanya. Kita nunggu apa lagi? Anggarannya sudah ada,” kata Presiden.

Terakhir, yang paling penting menurut Presiden adalah pengendalian yang terintegrasi, pengendalian yang terpadu. Dia meminta jangan lagi ada ego sektoral, ego kementerian atau lembaga, dan juga ego kedaerahan.

“Apalagi jalan-jalan sendiri. Saya kira ini harus sudah kita hilangkan,” katanya.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus baru per hari berkisar 1.000 orang sepanjang satu pekan terakhir. Kemarin, Minggu (28/6/2020), kasus baru positif Covid-19 mencapai 1.198 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top