Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Geopolitik Asean Memanas, Indonesia Desak Pemulihan untuk Lawan Pandemi

Salah satu isu panas yang terjadi antarnegara di kawasan Asia Tenggara adalah terkait klaim atas wilayah di Laut China Selatan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  19:29 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bersiap memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bersiap memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mendesak negara di Asia Tenggara untuk berperan serta dalam memperbaiki kondisi geopolitik dunia di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dunia termasuk negara di kawasan Asean saat ini menghadapi tantangan besar dalam penanganan dampak sosial dan ekonomi dari Covid-19.

Tantangan tersebut semakin berat karena situasi global yang sangat dinamis saat ini ditandai antara lain persaingan atau rivalitas antar kekuatan atau negara besar.

Pesimisme terhadap multilateralisme, jelas dia, terlihat semakin besar. Selain itu, terjadi pelanggaran pada rule-based order juga memperburuk situasi.

"Dengan kondisi perubahan geopolitik saat ini, presiden Jokowi menekankan pentingnya peran Asean dalam menavigasi perubahaan ini," ujarnya dalam keterangan secara virtual, Jumat (26/6/2020).

Hal ini disampaikan usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean atau Asean Summit ke-36.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu isu panas yang terjadi di antara kawasan adalah soal Laut China Selatan. Kendati Indonesia bukan termasuk claimant state (negara yang mengklaim) wilayah tersebut, pemerintah Indonesia khawatir hal ini akan mengganggu stabilitas keamanan di tengah pandemi.

Indonesia meminta seluruh anggota Asean menghormati hukum internasional yang berlaku, termasuk Unclos 1982.

Indonesia meyakini, sudah lebih dari 5 dekade Asean memiliki pondasi yang cukup kuat sebagai komunitas di dalam menghadapi berbagai perubahan yang ada selama ini.

Untuk itu, Indonesia mengusulkan di depan kepala negara anggota Asean untuk memperkuat kerja sama percepatan pemulihan ekonomi Asean.

Salah satu yang menjadi penekanannya adalah pengaturan mengenai Asean travel koridor, terutama untuk perjalanan bisnis esensial yang dilakukan secara hati-hati, terukur, dan bertahap.

"Asean travel koridor ini selain penting untuk percepatan ekonomi Asean, dapat menunjukkan arti strategis dari komunitas Asean baik di kawasan maupun di mata dunia internasional," tuturnya.

Kedua, perlu adanya penguatan konektivitas digital, terutama fasilitasi e-commerce, e-health, e-learning termasuk perluasan akses UMKM untuk masuk ke platform digital.

Asean Summit atau KTT Asean ke-36 diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2029 secara virtual lantaran adanya pandemi. Sebagai Ketua Asean 2020, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc memimpin upacara pembukaan.

Perhelatan antara 10 anggota Asean ini akan membahas utamanya pengelolaan risiko kesehatan masyarakat dan menghidupkan kembali ekonomi sampai ditemukan vaksin atau pengobatan yang efektif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asean laut china selatan ktt asean
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top