Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jajaki Travel Bubble, Indonesia Masih Diskusi dengan Sejumlah Negara

Travel bubble merupakan pembukaan akses antarnegara yang mampu mengendalikan virus corona untuk mengembalikan kondisi perekonomiannya.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  20:10 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus mengkaji perjanjian akses masuk dengan negara lain (travel bubble). Aspek kesehatan masih menjadi pertimbangan utama dalam kajian tersebut di tengah wabah yang masih terus bergejolak.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan belum keputusan resmi antara Indonesia dengan negara lain terkait dengan travel bubble. Saat ini Indonesia masih berdiskusi dengan sejumlah negara.

Travel bubble merupakan pembukaan akses antarnegara yang mampu mengendalikan virus corona untuk mengembalikan kondisi perekonomiannya.

"Protokol kesehatan menjadi elemen utama dalam diskusi. Seperti negara lainnya, Indonesia sedang mengkaji kemungkinan melakukan perjanjian perjalanan esensial dengan sejumlah negara," ujarnya saat konferensi pers, Kamis (18/6/2020).

Dia menekankan pembicaraan terkait pembukaan akses perjalanan dengan negara lain harus dilakukan dengan cara yang cermat, hati-hati, dan bertahap. Beberapa negara memang sudah mulai membicarakan.

"Kami sedang melakukan diskusi yang seksama dengan sejumlah negara. [Pembicaraan itu] terkait dengan jangkauan perjanjian, persyaratan, dan protokol kesehatan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tengah menyiapkan pembukaan travel bubble ke empat negara, yakni China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

Rencana tersebut terkait dengan keberlanjutan aksi investasi dengan keempat negara.

Adapun negara lain yang juga mulai membuka potensi pembukaan travel bubble di antaranya adalah Selandia Baru, Australia, dan negara Baltik seperti Lituania, Latvia, dan Estonia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top