Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bentrok India vs China, Dua Negara Saling Tuduh Langgar Perbatasan

Perseteruan antara China dan India di wilayah pegunungan Himalaya masih berada dalam tensi tinggi. Kedua belah pihak menyatakan sudah terjadi pelanggaran perbatasan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Juni 2020  |  23:39 WIB
Bentrok India vs China: dua negara saling tuduh terjadi pelanggaran perbatasan - visit/himalaya.com
Bentrok India vs China: dua negara saling tuduh terjadi pelanggaran perbatasan - visit/himalaya.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sengketa perbatasan membuat hubungan China dan India memanas. India maupun China saling menuduh telah terjadi pelanggaran perbatasan de facto di Pegunungan Himalaya.

Pada awal pekan ini, pasukan China dan India terlibat bentrokan di wilayah Himalaya tersebut.

Perdana Menteri Narendra Modi, kemarin, berusaha mengabaikan bentrokan yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India dan melukai 70 orang lainnya.

Namun, hari ini pemerintahan Modi menyalahkan China karena mendirikan bangunan "tepat di seberang Garis Kendali Aktual" yang diketahui sebagai demarkasi.

India tidak akan mengizinkan perubahan sepihak terhadap perbatasan yang disengketakan itu, demikian pernyataan pemerintah India, Sabtu (20/6/2020).

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menuding pasukan India melakukan "provokasi yang disengaja" di wilayah Himalaya.

Melalui serangkaian cuitan di Twitter, Zhao mengatakan bahwa Lembah Galwan berada di sisi garis China,  India, tuding Zhao, sejak April secara sepihak membangun jalan, jembatan, dan fasilitas lainnya di wilayah tersebut.

Pasukan India "melintasi Garis Kendali Aktual" dan menyerang perwira dan prajurit China yang ada di sana untuk negosiasi, memicu "konflik fisik yang sengit," kata Zhao.

Sejauh ini, China belum merilis angka pasukannya yang menjadi korban.

Modi pada Jumat (19/6) tampaknya meremehkan bentrokan dengan pasukan China.Modi mengatakan, "tidak ada yang menyusup ke perbatasan kami, tidak ada orang di sana sekarang, maupun tentara kami telah ditangkap."

Bentrokan tersebut merupakan yang paling mematikan dalam setengah abad terakhir relasi dua tetangga bersenjata nuklir itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india himalaya

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top