Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bentrokan Berdarah dengan China, Perwira Komandan India Tewas

Tiga personil militer India, termasuk seorang perwira komandan, dilaporkan tewas dalam suatu bentrokan sengit dengan tentara China di Ladakh, wilayah Himalaya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  18:18 WIB
Gunung Himalaya terlihat dari jarak 200km untuk pertama kalinya dalam 30 tahun pada 4 April 2020, bersamaan dengan lockdown di India yang menurunkan tingkat polusi udara. (ANTARA/Twitter - @khawajaks)
Gunung Himalaya terlihat dari jarak 200km untuk pertama kalinya dalam 30 tahun pada 4 April 2020, bersamaan dengan lockdown di India yang menurunkan tingkat polusi udara. (ANTARA/Twitter - @khawajaks)

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga personil militer India, termasuk seorang perwira komandan (CO), dilaporkan tewas dalam suatu bentrokan sengit dengan tentara China di Ladakh, wilayah Himalaya.

Insiden pada Senin (15/6/2020) malam waktu setempat itu terjadi setelah ketegangan meningkat selama berpekan-pekan dan kedua belah pihak mengerahkan ribuan pasukan tambahan di wilayah tersebut.

"Selama proses de-eskalasi sedang berlangsung di Lembah Galwan, sebuah pertempuran sengit terjadi kemarin malam dan menimbulkan korban. Korban jiwa di pihak India termasuk seorang perwira dan dua tentara,” ujar juru bicara militer India dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Jazeera.

Pejabat militer senior kedua belah pihak saat ini dikabarkan mengadakan pertemuan di tempat itu guna meredakan situasi.

Ketegangan antara kedua negara acapkali berkobar mempersoalkan perbatasan sepanjang 3.500 kilometer yang tidak pernah ditentukan dengan tepat.

Ribuan tentara dari dua negara tetangga yang bersenjata nuklir ini telah terlibat dalam bentrokan terbaru sejak Mei di wilayah Ladakh, yang berbatasan dengan Tibet.

Juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian pada Selasa (16/6/2020) mengatakan bahwa ia tidak memiliki informasi yang relevan tentang bentrokan yang menyebabkan tewasnya tiga tentara India ini.

Namun dia mengatakan dua tentara India telah secara ilegal menyeberang ke wilayah China sebanyak dua kali pada 15 Juni dalam suatu tindak "pelanggaran serius" atas konsensus yang dicapai sebelumnya antara kedua negara.

“Mereka memprovokasi dan menyerang personil China, sehingga menyebabkan konfrontasi fisik yang hebat. China telah mengajukan protes dan representasi kepada pihak India,” ungkapnya.

“China menuntut pihak India membatasi tentara garis depan dan menghindari pergerakan sepihak yang akan memperumit situasi di perbatasan,” tambah Zhao, dikutip dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india himalaya

Sumber : Al Jazeera, Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top