Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Pasar Cermati Pengumuman Stimulus Bank Sentral Eropa

Pelaku pasar akan mencermati pengumuman stimulus ekonomi bernilai triliunan euro dari Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari ini, Kamis (18/6/2020), waktu setempat.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  21:50 WIB
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku pasar akan mencermati pengumuman stimulus ekonomi bernilai triliunan euro dari Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari ini, Kamis (18/6/2020), waktu setempat.

Pendanaan ECB melalui perbankan ini diharapkan menjadi sentimen positif bagi pelaku usaha dan rumah tangga yang mulai khawatir akan datangnya penularan Covid-19 gelombang kedua.

Adapun pemberian stimulus lewat skema Targeted Longer-Term Refinancing Operation (TLTRO) merupakan salah satu perangkat ECB untuk memulihkan perekonomian yang tertekan.

Christoph Rieger, Head of Fixed-rate Strategy di Commerzbank AG., memperkirakan nilai stimulus yang diberikan lewat TLTRO pada bulan ini akan lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

“ECB berkewajiban untuk fokus pada jaringan perbankan dan menyelesaikan masalah likuiditas,” kata Rieger seperti dikutip Bloomberg, Kamis (18/6/2020).

Nilai TLTRO atau likuiditas yang disediakan bank sentral untuk perbankan yang seterusnya disalurkan sebagai kredit telah menjadi perbincangan pelaku pasar. Dampak tercepat dari stimulus ini akan terlihat di pasar obligasi.

Suntikan dana yang besar dari bank sentral diharapkan dapat menampung penawaran surat utang negara-negara di kawasan Zona Euro. Likuiditas dalam jumlah besar pun ditunggu agar penawaran surat utang dari negara-negara Eropa yang memiliki risiko tinggi seperti Italia juga dapat terserap.

Sebelumnya, ECB telah mengeluarkan 1,35 triliun euro melalui TLTRO untuk program pembelian surat utang di Zona Euro pada masa pandemi. Bahkan yield obligasi Italia saat itu langsung turun 150 bps dari level tertingginya pada Maret.

Pekan lalu, negara-negara Eropa kembali menerbitkan obligasi sindikasi senilai 32 miliar euro sehingga total penerbitan pada tahun berjalan telah melebihi 1 triliun euro. 

Frederik Ducrozet, ekonom Banque Pictet & CIE, memperkirakan setidaknya ECB akan mengeluarkan hingga 1,2 triliun euro untuk menambah suntikan likuiditas perbankan.

“Kami memperkirakan ECB akan memberikan jumlah besar sekitar 1,2 triliun yang hasilnya berupa suntikan likuiditas bersih senilai 440 miliar euro,” tulis Ducrozet dalam catatan kepada klien.

Berikut perkiraan nilai TLTRO yang akan digelontorkan ECB dari sejumlah perbankan yang disurvei Bloomberg:

Commerzbank AG: 1,3 triliun euro

UBS Group AG: 1,2 triliun euro

JP Morgan Chase&Co: 1,2 triliun euro — 1,3 triliun euro

Danske Bank A/S: 1,5 triliun

 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa bank sentral eropa ekonomi eropa

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top