Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Presiden Jokowi Diminta Tak Beri Dana Talangan ke Garuda Indonesia

Ketika negara memberi pinjaman pada Garuda maka pemberian pinjaman itu bisa melanggar peraturan pemerintah.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  01:44 WIB
Politisi PDIP Adian Napitupulu. - Instagram
Politisi PDIP Adian Napitupulu. - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR-RI Adian Napitupulu meminta Presiden Joko Widodo tak memberi pinjaman Rp8,5 triliun ke Garuda Indonesia.

Menurutnya pemberian pinjaman tersebut tidak tercakup dalam PP.23 tahun 2020 tentang pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional. Ketika negara memberi pinjaman pada Garuda maka bisa melanggar peraturan pemerintah tersebut dan tentunya juga melanggar UU induknya yaitu No.1 tahun 2020.

"Jika dipaksakan maka Garuda mungkin bisa selamat, pemegang saham non Pemerintah bisa selamat tapi Presiden, posisinya bisa 'tidak selamat'," ujar Adian melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2020).

Dia menjelaskan PP.23/2020 memuat empat pilihan bagi pemerintah untuk mengucurkan anggaran dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Pertama, penyertaan modal negara. Kedua, penempatan dana. Ketiga, investasi pemerintah dan keempat, penjaminan.

"Dari empat pilihan itu, peluang membantu Garuda hanya dimungkinkan dalam bentuk penyertaan modal negara atau investasi pemerintah," tuturnya.

Namun demikian, Adian mempertanyakan adanya rencana bantuan dana talangan dan berikut hari disebut pinjaman/utang kepada Garuda yang berpotensi melanggar peraturan yang ada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia BUMN
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top