Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Turki Tangkap Jurnalis Senior dengan Tuduhan Spionase

Yildiz yang merupakan editor berita portal berita daring OdaTV ditangkap sejak Senin (8/6/2020), tetapi baru resmi ditahan pada Kamis (11/6/2020).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  19:29 WIB
Seorang pria mengibarkan bendera Turki dengan potret Mustafa Kemal Ataturk di depan Anitkabir, tempat peristirahatan Ataturk, di Ankara, Turki, Selasa (2/4/2019). - Reuters/Umit Bektas
Seorang pria mengibarkan bendera Turki dengan potret Mustafa Kemal Ataturk di depan Anitkabir, tempat peristirahatan Ataturk, di Ankara, Turki, Selasa (2/4/2019). - Reuters/Umit Bektas

Bisnis.com, JAKARTA - Pengadilan Turki menahan Muyesser Yildiz, seorang jurnalis terkemuka pada media daring lokal. Yildiz juga tengah menunggu persidangan atas dugaan spionase militer dan politik.

Dilansir kantor berita Anadolu, Jumat (12/6/2020), Yildiz yang merupakan editor berita portal berita daring OdaTV ditangkap sejak Senin (8/6/2020). Namun, dia baru resmi ditahan pada Kamis (11/6/2020) menyusul pengambilan keterangan dari perempuan berusia 57 tahun itu.

Ismail Dukel, seorang jurnalis televisi lain dari stasiun TELE1, yang juga ditangkap bersama dengan Yildiz, telah dibebaskan usai dimintai keterangan. Sementara seorang sersan militer juga ikut ditahan bersama mereka, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut.

OdaTV sendiri merupakan media yang seringkali melancarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sementara itu, Turki memang tercatat sebagai negara di peringkat atas yang sering memenjarakan jurnalis.

Sejak terjadi upaya kudeta pada 2016, pemerintah Turki mengambil langkah keras terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan jaringan Fethullah Gulen, ulama yang dituduh mendalangi kudeta dan menjadi eksil di Amerika Serikat.

Lebih dari 77.000 orang dipenjara, dan sekitar 150.000 pegawai negeri, anggota militer, serta dari golongan lainnya dipecat atau ditangguhkan.

Pengkritik menyebut bahwa Erdogan memanfaatkan upaya kudeta yang gagal itu sebagai dalih untuk melarang suara berbeda di masyarakat serta memperkuat kekuasaannya.

Tudingan itu tentu dibantah oleh pihak pemerintah. Pemerintah Turki menyebut penangkapan itu merupakan langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki jurnalis

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top