Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Imbau Pelajar Pertimbangkan Ulang Rencana Belajar ke Australia

China meningkatkan pertarungan diplomatiknya dengan Australia dengan memperingatkan para pelajar di negaranya untuk mempertimbangkan kembali belajar di negara itu karena risiko serangan rasisme.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  16:32 WIB
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) -  Bloomberg/ Brendon Thorne
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) - Bloomberg/ Brendon Thorne

Bisnis.com, JAKARTA – China meningkatkan pertarungan diplomatiknya dengan Australia dengan memperingatkan para pelajar di negaranya untuk mempertimbangkan kembali belajar di negara itu karena risiko serangan rasisme.

Kementerian Pendidikan China mengingatkan kepada para siswa untuk berhati-hati dan mempertimbangkan segala risiko sebelum memutuskan untuk belajar ke Australia atau kembali ke negara tersebut untuk melanjutkan studi.

"Selama wabah, ada sejumlah insiden diskriminatif terhadap orang-orang Asia di Australia," kata kementerian pendidikan China pada hari Selasa (9/6/2020), seperti dikutip Bloomberg.

Imbauan ini datang hanya beberapa hari setelah Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan ke Australia untuk semua warganya. Meskipun Australia masih melarang pendatang dan pelajar internasional untuk memasuki negara tersebut karena pandemi virus corona, peringatan tersebut dapat berdampak besar pada perekonomian negara jika tidak segera dicabut ketika perbatasan dibuka kembali.

Pernyataan itu adalah peringatan pertama tahun ini mengenai belajar di luar negeri. Pada 2019, kementerian pendidikan China mengeluarkan peringatan studi di AS. Menyusul pengetatan pembatasan visa.

Dalam pernyataannya pada hari Selasa, kementerian mengatakan bahwa meskipun sejumlah universitas besar Australia berencana untuk mulai menerima siswa kembali pada bulan Juli, virus vorona belum “sepenuhnya dikendalikan” di luar negeri.

China adalah pasar ekspor layanan pendidikan terbesar Australia yang mencapai A$10 miliar (US$7 miliar) pada 2017, dan tahun lalu lebih dari 200.000 siswa China belajar di negara itu.

KETEGANGAN PERDAGANGAN

China adalah mitra dagang terbesar Australia. Namun, hubungan kedua negara mulai renggang setelah Perdana Menteri Australia Scott Morrison memimpin penyelidikan independen tentang asal-usul Covid-19 yang pertama kali dilaporkan di Wuhan.

Beijing menanggapi dengan serangan verbal, menuduh Australia mengiyakan ajakan sekutu militer utama mereka, Amerika Serikat. Tarif impor gandum Australia dan larangan daging sapi dari empat daging impor menimbulkan kekhawatiran di Canberra bahwa pemerintah China menggunakan "paksaan ekonomi" sebagai aksi balasan.

Australia mengumumkan pada Jumat bahwa mereka akan menerapkan seleksi yang lebih keras terhadap investor asing yang ingin membeli aset penting, termasuk aset telekomunikasi, energi, teknologi, dan perusahaan manufaktur pertahanan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bilateral australia

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top