Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kematian George Floyd, Los Angeles Berencana Pangkas Anggaran Polisi

Otoritas Los Angeles mempertimbangkan pemangkasan anggaran polisi sebagai bunyut dari tragedi kematian George Floyd.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  19:09 WIB
Petugas polisi bereaksi setelah demonstran melemparkan kembang api ke arah mereka saat aksi unjuk rasa di Downtown Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (30/5/2020). Aksi tersebut sebagai protes terhadap kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang meninggal ketika ditangkap seorang petuga  polisi Minneapolis. Blommberg/ AFP via Getty Images - Apu Gomes
Petugas polisi bereaksi setelah demonstran melemparkan kembang api ke arah mereka saat aksi unjuk rasa di Downtown Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (30/5/2020). Aksi tersebut sebagai protes terhadap kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang meninggal ketika ditangkap seorang petuga polisi Minneapolis. Blommberg/ AFP via Getty Images - Apu Gomes

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah aksi protes atas kematian George Floyd, otoritas Los Angeles menyatakan mempertimbangkan untuk memangkas anggaran kepolisian kota ini.

Pada Rabu (3/6/2020) waktu setempat, pemerintah kota Los Angeles mengatakan akan memangkas anggaran kepolisian sebesar US$100 juta hingga US$150 juta sebagai bagian dari upaya untuk menginvestasikan lebih banyak dana ke dalam komunitas kulit hitam.

Los Angeles akan mengidentifikasi US$250 juta dalam pemangkasan [anggaran] sehingga kami dapat berinvestasi dalam pekerjaan, kesehatan, pendidikan, dan penyembuhan,” tutur Wali Kota Eric Garcetti, seperti dikutip dari Los Angeles Times.

Investasi tersebut, lanjut Garcetti, juga dialirkan khususnya dalam komunitas kulit hitam di Los Angeles, komunitas-komunitas kulit berwarna, serta wanita dan orang-orang yang terlantar.

“Pemangkasan tersebut dimaksudkan untuk setiap departemen, termasuk Departemen Kepolisian, karena kita semua harus menjadi bagian dari solusi ini bersama-sama. Kita semua harus melangkah dan berkata, 'Apa yang bisa kita korbankan?'” tambahnya.

Presiden Komisi Kepolisian Los Angeles Eileen Decker mengatakan upaya itu termasuk mengidentifikasi pemangkasan senilai US$100 juta hingga US$150 juta dari Departemen Kepolisian. Total anggaran tahunan Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) diketahui mencapai US$1,86 miliar.

Garcetti juga mengatakan Los Angeles akan memberlakukan moratorium penempatan orang-orang dalam basis data di seluruh negara bagian guna mengidentifikasi dan melacak anggota geng.

Selain itu, otoritas kota ini akan meminta para petugas untuk melakukan intervensi ketika mereka melihat penggunaan kekuatan yang tidak tepat dan melaporkan pelanggaran.

“Saya akan mendukung pembentukan jaksa penuntut khusus untuk meninjau kembali kasus-kasus pelanggaran petugas [kepolisian],” imbuh Garcetti.

Pengumuman ini disampaikan ketika para demonstran memenuhi jalan-jalan di luar City Hall dan Grand Park kota ini. Banyak warga yang meneriakkan “Black lives matter”.

Aksi protes terbit di penjuru Amerika Serikat dan meluas menjadi kemarahan publik pascakematian Floyd, pria berkulit hitam yang tewas di bawah penanganan petugas kepolisian pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

los angeles George Floyd
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top