Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arab Saudi dan Rusia Komplain, Pertemuan OPEC Pekan Ini Terancam Batal

Arab Saudi dan Rusia mengultimatum agar seluruh anggota OPEC+ menaati pembatasan produksi minyak demi menormalisasi harga minyak dunia.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  19:33 WIB
Markas OPEC di Wina, Austria - Reuters/Leonhard Foeger
Markas OPEC di Wina, Austria - Reuters/Leonhard Foeger

Bisnis.com, JAKARTA - Pertemuan antara OPEC dan negara-negara mitranya yang diagendakan berlangsung pekan ini diperkirakan akan batal, menyusul keresahan yang disuarakan Arab Saudi dan Rusia. Dua negara tersebut menyoroti adanya kecurangan yang sejumlah negara yang melanggar pembatasan kuota produksi minyak.

Arab Saudi dan Rusia secara tegas juga mengultimatum pertemuan lanjutan OPEC+ pekan depan bakal batal pula apabila Irak dan Nigeria tak segera mengubah sikap. Dua negara ini merupakan pihak yang paling disorot karena dianggap menjual minyak lebih dari batasan yang disepakati.

Bila pembatalan pertemuan tersebut benar terjadi, solusi atas keterpurukan harga minyak juga bakal kian tertunda. Catatan harga minyak dunia terus anjlok, di mana per hari ini nominalnya anjlok lagi sebesar 1,4 persen alias jadi USS 36,3 per barel.

Di sisi lain, Irak dan Nigeria terus membantah tudingan Arab Saudi serta Rusia.

"Terlepas dari masalah keuangan parah di Irak, kami akan tetap mengatasi masalah yang ada secara teknis dan tetap mengurangi produksi minyak," ujar Pelaksana Tugas Menteri Keuangan Irak Ali Allawi lewat cuitan Twitter seperti dilansir Bloomberg, Rabu (3/6/2020). 

Hal senada diutarakan Menteri Perminyakan Nigeria Timipire Sylva. Lewat unggahan Instagram, dia tidak menampik bahwa negara-negara Afrika Barat cuma melakukan pemangkasan produksi 50 persen pada bulan lalu.

"Tapi, kami berjanji bahwa produksi kami akan sesuai dengan kuota per akhir bulan Juni mendatang," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec harga minyak dunia

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top