Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mei 2020, Industri Manufaktur Eropa Mulai Kembali Menggeliat

Purchasing managers' index (PMI) kawasan Eropa meningkat dari 33,4 ke 39,4 pada Mei 2020.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  17:05 WIB
Seorang pekerja merakit mesin untuk model Mercedes/Benz S di pabrik Mesin Daimler di Bad Cannstatt, ketika penyebaran virus corona (Covid/19) berlanjut di dekat Stuttgart, Jerman, 22 April 2020. / REUTERS
Seorang pekerja merakit mesin untuk model Mercedes/Benz S di pabrik Mesin Daimler di Bad Cannstatt, ketika penyebaran virus corona (Covid/19) berlanjut di dekat Stuttgart, Jerman, 22 April 2020. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Pabrikan di kawasan Eropa mulai memasuki masa pemulihan setelah pemerintah di beberapa negara melonggarkan lockdown. Hal ini pun menjadi harapan ekonomi dapat kembali tumbuh dalam beberapa bulan mendatang.

Dilansir Bloomberg, Senin (1/6/2020), data aktivitas manufaktur dari 19 negara di Eropa mulai menunjukkan perbaikan dari penurunan pada Mei 2020, bahkan walaupun produksi dan permintaan melanjutkan pelemahan berdasarkan survei IHS Markit. Italia mencatatkan kontraksi terkecil, sementara Jerman menghadapi tekanan terburuk.

Purchasing managers' index (PMI) kawasan Eropa meningkat dari 33,4 ke 39,4 pada Mei 2020. Di Italia, di mana total produksi terkontraksi sebesar 5,3 persen pada kuartal pertama, lebih dari sepertiga perusahaan yang disurvei melaporkan kenaikan produksi lebih dari 7 persen pada April.

Pada Mei 2020, pelaku industri manufaktur melanjutkan pengurangan tenaga kerja dan menurunkan harga di tengah pelemahan permintaan dan tekanan persaingan. Dalam waktu yang sama, pesimistis pelaku industri mulai berkurang.

"Saat pelemahan produksi dan PDB pada kuartal II diprediksi masih terjadi, hasil survei menunjukkan harapan bahwa produksi barang-barang olahan akan menuju stabilisasi dan bahkan berpotensi tumbuh pada kuartal III," ujar Chris Williamson, seorang ekonom IHS Markit.

Data-data tersebut menjadi yang terakhir diterima oleh Bank Sentral Eropa sebelum memutuskan kebijakan moneter pada Kamis depan.

Para ekonom memprediksi Bank Sentral mengumumkan peningkatan pembelian aset darurat senilai 500 miliar euro atau US$555 miliar sebagai bantalan penurunan yang diperkirakan oleh Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde sebesar 8 persen hingga 12 persen. Bank Sentral Eropa juga akan merilis update proyeksi dengan keputusan regulasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur uni eropa ekonomi eropa

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top