Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Corona Merajalela, Jenazah Terlantar di Rumah Sakit Mumbai India

Mumbai merupakan episenter di India, yang saat ini mengalami perburukan penyebaran virus corona
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 30 Mei 2020  |  06:13 WIB
Dua petugas polisi berjaga-jaga di Kota Mumbai, India, seiring dengan pemberlakuan lockdown untuk mencegah penyevaran virus corona COVID-19. - Bloomberg
Dua petugas polisi berjaga-jaga di Kota Mumbai, India, seiring dengan pemberlakuan lockdown untuk mencegah penyevaran virus corona COVID-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sistem layanan kesehatan di Mumbai, India, kewalahan menangani pasien virus corona (Covid-19) dan para tenaga medis pun bekerja tanpa henti.

Mumbai merupakan episenter di India, yang mengalami perburukan penyebaran virus corona. Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (30/5/2020), di kota ini layanan kesehatan untuk pasien noncorona pun ditiadakan karena kekurangan tenaga medis.

"Kami membuka bangsal-bangsal baru setiap hari, tetapi selalu dipenuhi pasien Covid-19 di penghujung hari. Ini cukup buruk," ujar seorang dokter di King Edward Memorial Hospital yang berlokasi di pusat Mumbai.

Dia menyebutkan jika bangsal-bangsal di rumah sakit pun menjadi bangsal pasien Covid-19 dan saat ini sudah penuh seluruhnya.

Walaupun pemerintah India memberlakukan kebijakan lockdown selama dua bulan, penyebaran virus di Mumbai terus memburuk dengan jumlah kematian hampir seperempat dari total pasien meninggal di India, yang tercatat sebanyak 4.700 jiwa. Sementara, sekitar seperlima dari total pasien positif Corona di India, yang sebanyak 165.000 kasus, berasal dari Mumbai.

Pusat penyebaran pandemi saat ini bergeser dari New York dan Eropa ke negara-negara lain, seperti Brazil dan India, di mana memiliki infrastruktur kesehatan yang kurang dan lingkungan yang buruk.

Sementara itu, sebuah video menyebar di Twitter pada awal bulan ini, yang menunjukkan jenazah dari pasien corona dibiarkan di atas tempat tidur, bersebelahan dengan pasien lain yang masih dalam perawatan di bangsal sebuah rumah sakit yang terletak di Mumbai, Lokmanya Tilak Hospital.

Rumah sakit tersebut akhirnya diinvestigasi terkait insiden tersebut dan mengganti pimpinannya. Namun, setelah kasus tersebut, muncul gambar-gambar yang memperlihatkan jenazah pasien Covid-19 ditinggalkan tanpa penanganan yang baik di lorong rumah sakit King Edward Memorial Hospital.

Jenazah-jenazah para pasien Covid-19 menumpuk di sejumlah rumah sakit dalam beberapa minggu terakhir karena para anggota keluarga menolak untuk membawa pulang dengan alasan takut terinfeksi, kata seorang perawat di King Edward Memorial Hospital Madhuri Ramdas Gaikar.

Ketakutan akan virus Corona pun telah menciptakan kelas baru di India yang tidak tersentuh, dengan pasien dan keluarganya yang dikucilkan oleh tetangga atau diusir dari tempat tinggal.

"Kami telah menyiapkan dokumen dan segala sesuatunya, tetapi jenazah-jenazah tersebut tidak kunjung diambil oleh keluarga," kata Gaikar.

Unit gawat darurat di sejumlah rumah sakit di Mumbai pun menghadapi peningkatan jumlah pasien yang diperkirakan dua kali lipat dari kapasitas yang dimiliki. Hal ini berarti satu fasilitas oksigen harus digunakan untuk banyak pasien dan bahkan beberapa di antaranya harus berbagi tempat tidur.

Masalah lain yang muncul adalah banyak tenaga medis, seperti dokter, perawat, pegawai laboratorium, dan petugas kebersihan, ikut terinfeksi atau harus dikarantina.

Vikas Oswal, seorang dokter di rumah sakit swasta, menyatakan pasien dengan kondisi kritis kesulitan mendapatkan kamar perawatan di Mumbai.

"Pasien perlu 12 jam hingga 16 jam untuk mendapatkan tempat tidur dan itu pun masih banyak pasien lain yang mengantri," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top