Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kematian George Floyd: Publik Membara, Trump Bilang Wali Kota Minneapolis 'Lembek'

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meradang dan mengecam Wali Kota Minneapolis setelah kematian seorang warga kulit hitam di tangan polisi menyulut kerusuhan besar-besaran di kota ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  15:17 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters/Jonathan Ernst

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meradang dan mengecam Wali Kota Minneapolis setelah kematian seorang warga kulit hitam di tangan polisi menyulut kerusuhan besar-besaran di kota ini.

Melalui akun Twitter pada Jumat (29/5/2020), Trump menyebut Wali Kota Minneapolis Jacob Frey 'lembek' dan mengancam akan mengerahkan pasukan bersenjata.

“Saya tidak bisa diam dan melihat hal ini terjadi pada sebuah Kota yang hebat di Amerika, Minnesota. Benar-benar kurang kepemimpinan. Wali Kota Jacob Frey yang sangat lembek segera mengatasi dan mengendalikan situasi ini atau saya akan mengirimkan Garda Nasional dan menanganinya,” tulis Trump, dikutip dari US Today.

Trump juga mengecam dan melabeli para penjarah yang telah merusak dan membakar banyak toko di kota itu sebagai “penjahat”.

“Para penjahat ini tidak menghormati kenangan tentang George Floyd dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi,” lanjut Trump dalam salah satu unggahannya di Twitter, seperti dikutip dari Bloomberg.

Aksi protes di Minneapolis atas kematian George Floyd, pria berkulit hitam yang tewas di tangan petugas kepolisian akibat dugaan menggunakan uang palsu, berubah menjadi aksi kekerasan membabi buta yang diselingi penjarahan dan pembakaran.

Gubernur Minnesota Tim Walz sampai menetapkan status darurat setelah demonstrasi selama dua hari yang dimulai pada Selasa (26/5/2020) berakhir rusuh.

Kemarahan publik meluas setelah rekaman video memperlihatkan Floyd menerima kekerasan berupa injakan lutut di lehernya yang mengakibatkan dia sulit bernapas.

Rekaman kejadian tersebut tersebar di media sosial dan televisi dan memicu protes. Meski Floyd sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Senin (25/5/2020).

Tidak hanya Minneapolis, aksi protes juga mengemuka di beberapa kota lain, termasuk New York dan Albuquerque. Di Columbus, Ohio, para pengunjuk rasa mencoba memaksa masuk gedung kota meskipun tidak berhasil, menurut laporan berita setempat.

Sementara itu, kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, menyatakan bahwa kematian Floyd menjadi semacam pengingat dan mendesak para demonstran di Minneapolis untuk "menggunakan hak-hak mereka secara damai dan aman”.

“Kita tidak bisa mengabaikan bahwa kita berada di negara dengan luka terbuka sekarang. Luka yang jauh lebih tua dan lebih dalam dari George Floyd - pembunuhan George Floyd - dan kematiannya yang brutal terekam,” ujar Biden.

Pada Rabu (27/5/2020), Biden menyerukan penyelidikan federal atas kematian Floyd.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kematian Donald Trump
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top