Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rusia Ramal Neraca Minyak Akan Seimbang pada Juni-Juli 2020

Sejauh ini, dari kebijakan pemangkaan, negara-negara nonOPEC+, termasuk Kanada, Norwegia, dan AS, telah berkontribusi terhadap pengurangan sekitar 3,5-4 juta barel per hari.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  10:37 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia, sekutu utama OPEC dalam kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak dan mengurangi kelebihan global, melihat keseimbangan pasar akan terjadi pada Juni atau Juli 2020.

Dilansir Bloomberg, Selasa (26/5/2020), Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, di seluruh dunia, produsen telah menurunkan pasokan minyak global sebesar 14-15 juta barel per hari sejauh ini. Adapun, negara-negara nonOPEC+, termasuk Kanada, Norwegia, dan AS, telah berkontribusi terhadap pengurangan sekitar 3,5-4 juta barel per hari.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra mencapai kesepakatan bersejarah pada April lalu untuk mengurangi produksi gabungan sebesar 9,7 juta barel per hari. Kesepakatan itu muncul sekitar satu bulan setelah Rusia menolak keras pemotongan yang lebih dalam dan Arab Saudi melancarkan perang harga minyak ketika wabah virus Corona memperlambat konsumsi global.

Terlepas dari skeptisisme pasar awal, harga minyak telah melonjak hampir 65 persen dalam empat minggu terakhir, karena pemotongan OPEC+ telah berlangsung dan ekonomi termasuk China mulai dibuka kembali.

Rusia telah mencapai tingkat produksi yang dijanjikan dalam kesepakatan OPEC+, yakni memotong 2 juta barel per hari. Lebih lanjut, negara itu sepakat untuk mengurangi produksi minyak mentahnya saja pada Mei dan Juni sebesar 2,5 juta barel per hari, Rusia juga menghasilkan kondensat, hidrokarbon yang serupa kualitasnya dengan minyak mentah, dalam angka total produksi. Rusia dapat memproduksi sekitar 700.000 barel kondensat per hari.

Sementara itu, Arab Saudi, Kuwait, dan AS menjanjikan pemotongan sukarela tambahan awal bulan ini. Adapun Rusia sejauh ini belum mengisyaratkan akan mengikutinya. Novak mengatakan pada pekan lalu bahwa Rusia bermaksud secara ketat mengikuti kesepakatan OPEC+.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec rusia

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top