Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Guncang Ekonomi Inggris, Program Selamatkan Perusahaan Segera Dirilis

Inggris dikabarkan berencana untuk menyelamatkan sejumlah perusahaan di sektor strategis yang terdampak pandemi Covid-19.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  11:57 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pidato resmi pertamanya setelah sembuh dari Covid-19 -  Bloomberg / Simon Dawson
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pidato resmi pertamanya setelah sembuh dari Covid-19 - Bloomberg / Simon Dawson

Bisnis.com,JAKARTA - Inggris dikabarkan berencana untuk menyelamatkan sejumlah perusahaan di sektor strategis yang terdampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan Financial Times, dilansir Bloomberg, Senin (25/5/2020), Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak telah mengesahkan rencana untuk melakukan penyelamatan beberapa perusahaan.

Rencana itu diberi nama ‘Project Birch’, pemerintah akan menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang terancam gagal dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Inggris. Ketika dikonfirmasi, Kementerian Keuangan menolak memberikan keterangannya.

Saat belum ada kepastian perusahaan-perusahaan apa saja yang akan mendapatkan prioritas penyelamatan, beberapa perusahaan dengan jumlah tenaga kerja terbesar di Inggris sudah terguncang, mulai dari maskapai penerbangan hingga otomotif.

Adapun, Rolls-Royce Holdings Plc memangkas 9.000 pekerjaan, Ovo memangkas 2.600 posisi, dan Virgin Atlantic Airways Ltd. berupaya keras untuk menghindari ancaman kebangkrutan.

Jaguar Land Rover, perusahaan otomotif terbesar di Inggris dengan jumlah tenaga kerja mencapai 38.000, tengah berdiskusi dengan perbankan untuk mendapatkan pinjaman lebih dari 1 miliar pounds (US$1,2 miliar).

Meski sebagian besar industri penerbangan terpukul sangat keras akibat pandemi Covid-19, pemerintahan di bawah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta para pengusaha mencoba semua jalan komersial dengan bantuan pemerintah sebagai jalan terakhir.

Data statistik menunjukkan pemerintah membayarkan upah kepada 10 juta pekerja yang merupakan bagian dari stimulus senilai hampir 40 miliar pounds. Berdasarkan laporan McKinsey & Co., hampir seperempat dari tenaga kerja Inggris mengalami pemutusan hubungan kerja akibat pandemi ini, dengan kerentanan tertinggi berada pada pekerja bergaji rendah.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris phk covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top