Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 Melejit, AS Tangguhkan Perjalanan Warga Asing dari Brasil

Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan perjalanan kepada warga negara asing yang telah ke Brasil dalam 14 hari terakhir.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  11:00 WIB
Penggali makam membuat kuburan baru seiring dengan jumlah kematian yang terus meningkat setelah penyebaran virus Covid-19, di tempat pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar Brasil, di Sao Paulo, Kamis (2/4/2020)./Antara - Reuters
Penggali makam membuat kuburan baru seiring dengan jumlah kematian yang terus meningkat setelah penyebaran virus Covid-19, di tempat pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar Brasil, di Sao Paulo, Kamis (2/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS)  telah memberlakukan pembatasan perjalanan kepada warga negara asing yang telah ke Brasil dalam 14 hari terakhir.

Pasalnya, negara di Amerika Selatan baru-baru ini menjadi hotspot utama kedua di dunia untuk kasus Covid-19. Kementerian Kesehatan negara itu telah mengumumkan bahwa Brasil telah mencatat lebih dari 360.000 kasus, sementara lebih dari 22.000 orang telah meninggal karena virus itu.

Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany Gedung Putih mengatakan pembatasan akan membantu memastikan kasus-kasus baru tidak dibawa ke AS.

"Tindakan hari ini akan membantu memastikan warga negara asing yang telah berada di Brasil tidak menjadi sumber infeksi tambahan di negara kami," katanya seperti dikutip BBC,Senin (25/5/2020).

Non-Amerika yang telah berada di Brasil dalam dua minggu sebelum mereka meminta masuk ke AS akan ditolak masuk. Kendati begitu, pembatasan ini tidak akan memengaruhi perdagangan antara kedua negara.

Larangan perjalanan tidak akan berlaku untuk warga negara AS, atau pasangan, orang tua, wali hukum, atau anak warga negara AS atau penduduk tetap yang sah, dan sebagian besar saudara kandung di bawah usia 21 tahun.

"Potensi penularan virus yang tidak terdeteksi oleh orang yang terinfeksi yang ingin memasuki Amerika Serikat dari [Brasil] mengancam keamanan sistem transportasi dan infrastruktur serta keamanan nasional kami," katanya.

Sebelumnya, penasihat keamanan Gedung Putih Nasional Robert O'Brien mengatakan bahwa pembatasan perjalanan ke Brasil diharapkan segera.

"Kami berharap itu bersifat sementara, tetapi karena situasi di Brasil, kami akan mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk melindungi rakyat Amerika," kata O'Brien.

Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk memberlakukan larangan perjalanan dari Brasil.AS saat ini memimpin dunia dalam kasus corona. Tercatat lebih dari 1,6 juta kasus yang diketahui dan mendekati 100.000 kematian terkait dengan virus.

Sementara warga negara asing yang baru-baru ini mengunjungi China, Iran, wilayah Schengen Eropa, Inggris dan Republik Irlandia sudah dilarang masuk ke AS. Kanada dan AS juga baru-baru ini sepakat untuk memperpanjang penutupan perbatasan bersama mereka untuk perjalanan yang tidak penting.

Brasil baru-baru ini menyusul Rusia terkait dengan kasus-kasus yang telah diketahui. Presiden Jair Bolsonaro telah berulang kali menolak risiko yang ditimbulkan oleh virus tersebut.

Jumlah kematian di Brasil meningkat dua kali lipat setiap dua minggu, dibandingkan dengan setiap dua bulan di Inggris, empat bulan di Prancis, dan lima bulan di Italia.

Adapun pakar telah memperingatkan bahwa angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi karena kurangnya pengujian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top