Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Remaja Klungkung hampir Sekarat Lehernya Dililit Piton. Ini Trik Lepas Lilitan Piton

Seorang remaja berusia 16 tahun di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali sekarat setelah lehernya terlilit ular piton perliharaannya. Begini trik melepaskan lilitan ular piton.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  14:54 WIB
Loading the player ...
EXPERIMEN UJI LILITAN PYTHON KE LEHER - BERAKHIR GINI.. Video: Youtube PANJI PETUALANG

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang remaja berusia 16 tahun di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali sekarat setelah lehernya terlilit ular piton perliharaannya. Bagaimana trik melepaskan lilitan ular piton?

Peristiwa itu menjadi viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jl. Kresna Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali pada Kamis (21/5/2020).

Remaja yang belakangan diketahui bernama Gusti Ngurah Bagus Permana itu mulanya menangkap ular piton 1,5 meter dan akan dibawa pulang utuk dipelihara.

Ketika membawa pulang ulat tangkapannya dengan mengalungkan ular piton di lehar sembari mengendarai motor, tiba-tiba ular itu melakukan perlawanan dengan melilit leher remaja Klungkung itu.

Sontak, remaja itu langsung menghentikan motor untuk melepaskan lilitan ular piton. Namun, upaya itu gagal.

Remaja Klungkung itu malah pingsan hampir sekarat karena kehabisan nafas setelah lehernya terlilit ular piton beberapa menit.

Beruntung, beberapa warga menolong remaja Klungkung itu dari lilitan Piton dan membawanya ke RSUD Klungkung untuk mendapat perawatan. Jiwa remaja itupun terselamatkan.

Simak kehebohan warga di Jl. Kresna ketika mendapati remaja berusia 16 tahun itu pingsan dan hampir sekarat dililit ular piton dari Instagram @kabarklungkung berikut ini.

3 Menit Bikin Pingsan

Pakar ular dan pengisi acara reality show ular Panji melalui akun Youtubenya PANJI PETUALANG mengingatkan bahwa jika seseorang lehernya terlilit ular piton dalam waktu 3 menit, orang itu akan pingsan.

"Aliran oksigen ke paru-patu dan otak terhenti. Kehilangan nafasnya lebih cepat dibandingkan dengan efek kehilangan nafas saat digigit ular kobra," ujarnya.

Sebuah fakta medis yang cukup mengerikan, karena kalau otak terlalu lama tak mendapatkan pasok oksigen bisa merusakan jaringan syaraf otak dan lebih buruk lagi mengakibatkan kelumpuhan.

Dalam tayangan video bertajuk EXPERIMEN UJI LILITAN PYTHON KE LEHER/BERAKHIR GINI.., Panji merasakan sendiri lilitan ular piton 3 meter yang baru dia tangkap. Hanya merasakan lilitan semenit, Panji mengaku susah untuk bernafas.

Selain itu, Panji merasakan sekujur lehernya baal alias mati rasa tak bisa merasakan apapun saat dicubit-cubit.

"Mungkin karena tidak ada aliran darah ke leher," ujar Panji.

Lalu bagaimana caranya untuk mengindari akibat fatal lilitan ular piton di leher dan cara melepasnya.

Panji merekomendasikan untuk memiringkan kepala menempel ke bahu kiri atau kanan, ketika ular piton mengalung di leher.

"Dengan demikian tenggorokan kita masih bisa supply pernafasan," katanya.

Kemudian untuk melepaskan lilitan ular piton di leher, Panji menyarankan harus dibantu minimal dua orang. Satu orang memegang kepala ular dan satunya menarik ekor ular dari lilitan.

Dia mengingatkan kepala ular piton harus dipastikan tergenggam kuat karena gigitan ular piton juga sangat kuat.

Bermodalkan 150 gigi taring, gigitan ular piton sangat kuat dan jika terpaksa ditarik maka obyek yang tergigit akan terkoyak.

"Cara melepaskan gigitan ular piton adalah dengan menyiramkan air ke mulut ular piton," lanjut Panji.

Simak video selengkapnya mengenai trik melepas lilitan dan gigitan ular piton dari video PANJI PETUALANG di atas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klungkung ular
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top