Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Imbas Corona dari Brasil, Venezuela Terapkan Jam Malam di Perbatasan

Venezuela memberlakukan jam malam baru di sejumlah kota di perbatasannya dengan Kolombia dan Brasil sebagai tanggapan atas lonjakan kasus Covid-19.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  13:46 WIB
Pembeli mengunakan masker untuk mencegah penularan virus Covid-19 di pasar Caracas, ibu kota Venezuela./Bloomberg - Carlos Becerra
Pembeli mengunakan masker untuk mencegah penularan virus Covid-19 di pasar Caracas, ibu kota Venezuela./Bloomberg - Carlos Becerra

Bisnis.com, CARACAS – Venezuela memberlakukan jam malam baru di sejumlah kota di perbatasannya dengan Kolombia dan Brasil sebagai tanggapan atas lonjakan kasus Covid-19.

Menteri Informasi Jorge Rodriguez pada Rabu (20/5/2020) pagi WIB mengatakan Venezuela terimbas lonjakan kasus virus corona baru dari Kolombia dan Brasil karena adanya migran yang pulang ke Venezuela.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, Rodriguez mengatakan negara Amerika Selatan itu telah mendeteksi 131 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Angka itu merupakan jumlah harian kasus positif Covid-19 terbanyak hingga saat ini.

Dia mengatakan jumlah tersebut termasuk 110 orang yang tertular virus di luar negeri, sehingga total menjadi 749, dengan 10 kematian.

Dalam beberapa tahun belakangan, jutaan orang Venezuela meninggalkan tanah tumpah darahnya untuk pergi ke negara lain akibat masalah ekonomi dan krisis kemanusiaan. Mereka pergi dan bahkan menetap di Kolombia, Ekuador, Brasil, dan Peru.

Namun, dengan pemberlakuan karantina wilayah di negara-negara itu sebagai upaya melawan Covid-19, ribuan orang kembali lagi ke Venezuela karena mereka kehilangan penghasilan di tanah rantau.

Migran yang kembali ke Venezuela diharuskan menjalani karantina selama 14 hari di tempat penampungan di perbatasan.

Kasus positif Covid-19 di Venezuela jauh lebih sedikit dibandingkan negara-negara Amerika Latin lainnya. Namun, kasus positif Covid-19 meningkat sangat cepat hanya dalam 4 hari terakhir.

Para tenaga medis memperingatkan pemerintah bahwa fasilitas kesehatan di Venezuela tidak siap mengatasi pandemi Covid-19 setelah bertahun-tahun kekurangan dana, demikian ditulis Antara mengutip Reuters.

Berdasarkan data European Centre for Disease Prevention and Control yang dikutip Bisnis.com, hingga 1 jam lalu tercatat menjadi negara ketiga dengan kasus Covid-19 terbanyak setelah Amerika Serikat dan Rusia.

Brasil melaporkan terdapat 271.885 kasus dengan 17.983 kematian dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 106.794 orang.

Wilayah metropolitan Sao Paulo menjadi daeah yang paling banyak mencatat kasus virus mematikan itu yakni 66.094 dengan jumlah kematian 5.147.

Adapun otoritas kesehatan Kolombia melaporkan bahwa mereka mencatat 16.935 kasus hingga siang ini dengan jumlah kematian mencapai “hanya” 613 orang dan sebanyak 4.050 lainnya dinyatakan sembuh.

Sejauh ini, di seluruh dunia tercatat 4.897.567 kasus Covid-19 dengan jumlah kematian 323286 dan sebanyak 1.688.630 dinyatakan sembuh.

Jumlah kasus dan kematian terbanyak masih terjadi di Amerika Serikat. Terdapat 1.558.631 kasus di negara itu dengan 92.258 orang kehilangan nyawa dan 297.153 dinyatakan pulih.

Rusia menjadi negara kedua terbanyak mencatat kasus positif Covid-19 yakni 299.941, tetapi jumlah kematian terbanyak akibat virus tersebut setelah Amerika Serikat terjadi di Britania Raya termasuk Irlandia Utara yakni 35.341 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

venezuela Virus Corona

Sumber : European Centre for Disease Prevention and Control & Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top