Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS-China Membara! Trump Tak Ingin Bicara dengan Xi Jinping

Hubungan Amerika Serikat dan China terancam. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak ingin berbicara dengan Presiden China Xi Jinping untuk saat ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  21:05 WIB
Presiden AS Donald Trump saat memberikan keterangan terkait virus corona di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (7/4/2020)./Bloomberg - EPA/Jim Lo Scalzo
Presiden AS Donald Trump saat memberikan keterangan terkait virus corona di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (7/4/2020)./Bloomberg - EPA/Jim Lo Scalzo

Bisnis.com, JAKARTA – Hubungan Amerika Serikat dan China terancam. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak ingin berbicara dengan Presiden China Xi Jinping untuk saat ini.

Tak hanya itu, Trump juga memikirkan soal memutuskan jalinan hubungan perdagangan terbesar di dunia ini seiring dengan meningkatnya tensi terkait wabah virus Corona (Covid-19).

Hal ini terungkap dalam suatu wawancara yang dilakukan Fox Business Network. Ketika ditanya apakah telah berbicara dengan Xi Jinping baru-baru ini, Trump mengatakan bahwa mereka memiliki “hubungan yang sangat baik”.

“Tapi saat ini, saya tidak ingin berbicara dengannya. Saya tidak ingin berbicara dengannya,” jawab Trump, seperti diwartakan Bloomberg, Kamis (14/5/2020).

“Kami dapat memutuskan seluruh hubungan. Jika kami melakukannya, apa yang akan terjadi? Kalian akan menghemat US$500 miliar,” tambah Trump dengan menyebut referensi yang tidak akurat untuk volume perdagangan antara kedua negara.

Trump diketahui telah berusaha menyalahkan China atas pandemi virus Corona ketika kepercayaan publik terhadap penanganan wabah di AS merosot.

Sejauh ini, jumlah kasus Covid-19 di AS telah mencapai lebih dari 1,3 juta kasus, dengan lebih dari 82.000 orang di antaranya meninggal dunia.

Angka-angka tersebut semakin mengukuhkan posisi negeri berekonomi terbesar di dunia itu sebagai negara dengan jumlah kasus dan korban jiwa terbanyak di dunia akibat Covid-19. Sementara itu, China melaporkan 'hanya' sekitar 4.600 korban jiwa.

Presiden dan beberapa aliansinya telah membahas tentang bagaimana menghukum Beijing atas wabah itu. Di sisi lain, setiap langkah ekonomi berisiko membahayakan AS yang tengah masuk dalam resesi karena efek pembatasan sosial untuk membendung persebaran virus mematikan tersebut.

Dalam wawancara yang sama, Trump mengatakan sedang memeriksa perusahaan-perusahaan China yang berdagang di NYSE dan bursa Nasdaq tetapi tidak mengikuti aturan akuntansi AS.

Dia juga menolak menegosiasikan kembali kesepakatan perdagangan "fase satu" yang ia tandatangani dengan China pada Januari 2020.

"Kami tidak akan melakukan negosiasi ulang. Virus itu bahkan tidak menjadi subjek ketika kesepakatan tersebut ditandatangani,” katanya lagi.

Meski pembelian barang-barang pertanian AS oleh China telah meningkat baru-baru ini, Global Times, sebuah publikasi Partai Komunis, melaporkan pada awal bulan ini bahwa Beijing sedang mempertimbangkan membatalkan atau menegosiasikan kembali kesepakatan.

Publikasi itu mengatakan bahwa para pejabat dalam pemerintahan China tak terima dengan kritik dari AS mengenai penanganan Negeri Tirai Bambu terhadap pandemi virus Corona.

Dalam wawancara dengan Fox, Trump mengatakan bahwa meskipun masih mencurigai wabah Corona mungkin terhubung dengan sebuah laboratorium virologi di Wuhan, China, ia melihat kecil kemungkinan bagi China untuk sengaja melepaskan patogen itu.

“Saya pikir lebih besar kemungkinannya di luar kendali," tambahnya.

Di suatu titik, ia tampak sependapat dengan pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, bahwa China berusaha mencuri kekayaan intelektual dan mengalahkan AS dengan vaksin virus Corona.

“Kita bisa menghentikan mereka, mereka akan mencoba melakukannya. Maksud saya, kalian bisa berhenti berbisnis dengan mereka, itu satu hal,” tandas Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xi jinping Donald Trump perang dagang AS vs China
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top