Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Riset CSIS Temukan Pergerakan Masyarakat di Dalam Daerah Meningkat saat Pandemi Covid-19

Peneliti Senior di CSIS Haryo Aswicahyono menyebut bahwa pergerakan masyarakat di dalam daerah meningkat di tengah kebijakan pemerintah memberlakukan PSBB dan imbauan tidak mudik di tengan pandemi Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  14:23 WIB
Suasana di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pada Kamis (14/5) pagi. - Instagram@jktinfo
Suasana di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pada Kamis (14/5) pagi. - Instagram@jktinfo

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti Senior di CSIS Haryo Aswicahyono menilai kebijakan pembatasan pergerakan antardaerah untuk mencegah arus mudik yang dikeluarkan pemerintah justru menimbulkan spillover effect negatif bagi pergerakan masyarakat dalam wilayah.

“Kebijakan Kemenperhub yang memang tidak ditujukan untuk mencegah pergerakan dalam wilayah justru memiliki spillover effect negatif. Jumlah pengguna Facebook yang melakukan perjalanan dalam wilayah meningkat setelah 24 April dari 3,3 (10,9 persen) juta jadi 3,5 juta (11,1 persen),” kata Haryo melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Jakarta, pada Kamis (14/5/2020).

Kendati demikian, Haryo menerangkan, kebijakan mencegah mudik yang keluar pada tanggal 24 April lalu cukup berhasil mengurangi perjalanan para pengguna Facebook.

“Sebelum pandemi Covid-19 ada 24 juta pengguna Facebokk (80 persen) tidak melakukan perjalanan, sampai tanggal 23 angkanya meningkat menjadi 25 juta (82 persen) meningkatan lagi menjadi 26,5 juta (83 persen) setelah kebijkan kemenperhub,” ujarnya.

Sebagian besar pergerakan antarwilayah, menurut dia, merupakan pergerakan jarak dekat dengan rata-rata perjalanan 41 km. Dia menduga sebagian besar pergerakan itu dari pusat kota ke wilayah suburban dan sebaliknya.

“Pergerakan antarwilayah jarak dekat itu menunjukkan pola bergerigi naik saat weekdays, turun saat weekend,” tuturnya.

Berdasarkan Data Facebook

CSIS melakukan penelitian ihwal pergerakan penduduk selama pandemi Covid-19 sejak 31 Maret hingga 2 Mei berdasar pada data Facebook Disease Prevention Map. Khususnya, CSIS menganalisis para pengguna Facebook yang tidak melakukan pergerakan, yang melakukan pergerakan dalam wilayah dan yang melakukan pergerakan antarwilayah.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggagas rencana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada empat daerah prioritas.

Gagasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pusat yang diselenggarakan Bappenas Selasa (12/5/2020). Dalam arahan tersebut, relaksasi PSBB dimulai pada wilayah dengan jumlah pertambahan kasus paling kecil.

Adapun, keempatnya adalah Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan Jawa Timur, Yogyakarta dan luar pulau Jawa masih menunggu kurva kasus virus Corona atau Covid-19 menurun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook csis Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top