Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertama di Indonesia, RSPAD Kantongi Izin Etik Penelitan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19  

Direktur Pembinaan Pengembangan RSPAD Gatot Soebroto Nana Sunardi menuturkan pihaknya telah mendapatkan izin etik penelitian terkait pengembangan plasma darah pasien sembuh Covid-19 sebagai serum.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  13:26 WIB
Loading the player ...
Harapan Baru Pasien Covid/19 I Buletin TNI AD
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Pembinaan Pengembangan RSPAD Gatot Soebroto Nana Sunardi menuturkan pihaknya telah mendapatkan izin etik penelitian terkait pengembangan plasma darah pasien sembuh Covid-19 sebagai serum.

“Kami sudah membuat protokol etik penelitian dan telah diajukan kepada Komisi Etik Penelitian Kesehatan Nasional. Dan juga secara lokal yang ada di RSPAD yang sudah terdaftar di Komisi Etik Penelitian Kesehatan Nasional,” kata Nana melalui Buletin Video miiki TNI AD, Jakarta, yang dipublikasikan pada Selasa (12/5/2020).

Nana menuturkan pihaknya telah mendapatkan propelled etchical clearance dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Nasional, sehingga penelitian plasma darah itu secara legal boleh dikembangkan.

Selain itu, penelitian plasma konvalesen di RSPAD Gatot Soebroto itu merupakan yang pertama di Indonesia.

“Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) juga mengeluarkan fatwa untuk penelitian pada masa pandemi ini dan itu turut menjadi dasar kami untuk melakukan penelitian ini.

Konsorsium Covid-19 tengah mempersiapkan uji klinis serum pasien positif Covid-19 yang sembuh untuk digunakan sebagai obat alternatif selain Avigan bagi perawatan pasien terkait dengan Covid-19.

“Kami sudah dua Minggu ini mempersiapkan untuk menggunakan serum pasien positif yang sembuh ke dalam uji klinis. Biasanya bukan mengganti obat Avigan, tetapi dipakai secara bersama-sama,” kata Ketua Konsorsium Covid-19 Ali Ghuron Mukti melalui pesan tertulis kepada Bisnis, Jakarta, pada Jumat (24/4/2020).

Dia menerangkan serum pasien yang sembuh itu mengandung antibodi yang spesifik terhadap virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Ihwal antibodi itu, dia menjelaskan, puncaknya terbentuk di tubuh pasien yang sembuh pada hari ke-21 sampai dengan 28.

“Biasanya puncak antibodi di tubuh pasien sembuh terbentuk di hari ke-21 sampai 28,” ujarnya.

Dia menuturkan langkah itu pertama kali dipraktikan oleh seorang profesor di John Hopkins lalu mendapatkan izin terbatas dari Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Lantas, dia melanjutkan, banyak rumah sakit di Amerika Serikat mulai menggunakannya.

“Di Indonesia sendiri, RSPAD Gatot Subroto sudah mulai untuk menerapkannya,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rspad gatot soebroto covid-19
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top