Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Donald Trump: Tak Ada Lagi Negosiasi Perdagangan dengan China!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan menolak negosiasi ulang kesepakatan perdagangan "Fase 1" AS-China.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  10:42 WIB
Presiden Trump memimpin pertemuan dengan petinggi sejumlah industri di AS, Rabu (29/4/2020) -  Bloomberg / Stefani Reynolds
Presiden Trump memimpin pertemuan dengan petinggi sejumlah industri di AS, Rabu (29/4/2020) - Bloomberg / Stefani Reynolds

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan menolak negosiasi ulang kesepakatan perdagangan "Fase 1" AS-China.

Penolakan itu muncul setelah sebuah surat kabar milik pemerintah China melaporkan beberapa penasihat pemerintah di Beijing mendesak pembicaraan baru dan mungkin membatalkan kesepakatan pedagangan.

Trump, yang tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan pakta yang ditandatangani pada Januari lalu, mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih bahwa dia ingin melihat apakah Beijing menyetujui kesepakatan untuk meningkatkan pembelian barang-barang AS secara besar-besaran.

"Tidak, tidak sama sekali. Bahkan sedikit pun tidak," kata Trump ketika ditanya apakah dia akan menyetujui gagasan pembicaraan ulang kesepakatan fase 1."

Dia mengatakan tidak tertarik untuk berunding lagi karena telah menandatangani kesepakatan.

“Saya telah mendengar itu juga, mereka ingin membuka kembali pembicaraan perdagangan, untuk membuat  kesepakatan yang lebih baik bagi mereka," katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (12/5/2020).

Global Times melaporkan kemarin bahwa penasihat tak dikenal yang dekat dengan perundingan telah menyarankan bahwa pejabat China membatalkan pakta perdagangan dan melakukan negosiasi yang baru agar lebih menguntungkan China.

Global Times diterbitkan oleh People's Daily, surat kabar resmi Partai Komunis China yang berkuasa. Meskipun bukan juru bicara partai resmi, pandangan Global Times diyakini mencerminkan pandangan para pemimpinnya.

Berdasarkan kesepakatan fase 1 yang ditandatangani pada Januari, Beijing berjanji untuk membeli tambahan setidaknya senilai US$200 miliar barang dan jasa AS  selama dua tahun. Sedangkan, Washington setuju untuk menurunkan tarif secara bertahap atas barang-barang China.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top