Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurva Pandemi Covid-19, Indonesia Masih Berada di Tahap Kontrol

Kurva pandemi itu terbagi pada 4 fase atau tahapan umum, yakni tahap wabah merebak, tahap kontrol, fase stagnan dan terakhir fase melandai.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 09 Mei 2020  |  14:46 WIB
Petugas Dinas Perhubungan melakukan penyekatan pemudik yang menggunakan motor di Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). Pemeriksaan diperbatasan Bekasi dan Jakarta untuk menindaklanjuti kebijakan larangan mudik selama pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Petugas Dinas Perhubungan melakukan penyekatan pemudik yang menggunakan motor di Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). Pemeriksaan diperbatasan Bekasi dan Jakarta untuk menindaklanjuti kebijakan larangan mudik selama pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia secara umum diperkirakan masih berada dalam tahap kontrol (control stage) dalam kurva pandemi virus corona atau Covid-19

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dalam dokumen paparan ketika ia menjadi Guest Speaker di SMDV-Agaeti Ventures, Jumat (8/5/2020).

Dia menjelaskan berdasarkan peningkatan infeksi dan kasus aktif Covid-19, kurva pandemi itu terbagi pada 4 fase atau tahapan umum, yakni tahap wabah merebak (outbreak), tahap kontrol, fase stagnan (stationary stage) dan terakhir fase melandai (flatenning stage).

"Dari peningkatan infeksi dan kasus aktif, dalam 4 fase umum pandemi, Indonesia diperkirakan berada pada 'tahap kontrol'," jelanysa dalam dokumen tersebut.

Hal itu, jelasnya, ditandai oleh kondisi yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Banten, dan Kalimantan Tengah. Bila dirinci berdasarkan pronvisi, maka Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta dan Jawa Barat sudah berada pada fase stagnan.

Tiga provinsi pertama bahkan kian mendekati fase terakhir dalam kurva pandemi tersebut. Namun, posisi itu dapat berubah setiap saat, tergantung pada kasus baru, kematian, dan pemulihan di setiap provinsi.

"Provinsi-provinsi lain belum dalam situasi di mana peningkatan kasus yang menandai dugaan baru pengendalian pandemi."

Luhut menjelaskan bahwa data itu juga menunjukkan adanya keragaman kondisi di berbagai provinsi di Indonesia. Dengan begitu, kebijakan penanganan Covid-19 itu perlu dirancang sesuai dengan aspek sosiokultural yang berbeda dari penduduk setempat.

"Pemerintah daerah perlu kreatif dalam memberikan rasa aman tetapi juga harus waspada dengan jarak fisik di setiap provinsi."

Dalam forum itu, Luhut juga merincikan bahwa kasus baru Covid-19 Indonesia masih meningkat. "Namun, tingkat kesembuhan meningkat."

Berdasarkan data yang dipaparkannya, pertumbuhan kasus harian terus menurun. Sejak 25 April, kasus baru harian Covid-19 berkisar 214 - 455, meskipun ada peningkatan tes harian rata-rata menjadi 5.800 dari kurang dari 2.000 pada minggu-minggu sebelumnya.

"Per 3 Mei kasus menyentuh 11.192 pasien, dengan tingkat kematian pada 7,6 persen dan tingkat pemulihan 16,8 persen," jelas dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Virus Corona covid-19 kemenko pmk
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top