Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2.309 Warga Mimika Rapid Test, 516 Positif Corona, akan Dilanjutkan Tes PCR

Pemerintah Kabupaten Mimika di Provinsi Papua telah melakukan pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat untuk mendeteksi infeksi Virus Corona (Covid-19) terhadap 2.309 warga dan hasilnya menunjukkan 516 orang di antaranya terindikasi terserang Virus Corona (Covid-19).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  10:25 WIB
Juru Bicara Tim Gugus Tugas untuk Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika Reynold Ubra, SKM, M.Epid di Timika, Senin (6/4/2020). - Antara
Juru Bicara Tim Gugus Tugas untuk Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika Reynold Ubra, SKM, M.Epid di Timika, Senin (6/4/2020). - Antara

Bisnis.com, MIMIKA - Pemerintah Kabupaten Mimika di Provinsi Papua telah melakukan pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat untuk mendeteksi infeksi Virus Corona (Covid-19) terhadap 2.309 warga dan hasilnya menunjukkan 516 orang di antaranya terindikasi terserang Virus Corona (Covid-19).

Pemeriksaan antara lain mencakup warga yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait penularan virus corona serta orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien Covid-19 namun tidak mengalami gejala sakit (orang tanpa gejala/OTG).

"Testing yang dilakukan merata pada semua kelompok, di mana sesuai protokol Kementerian Kesehatan itu diprioritaskan untuk PDP, ODP, dan OTG karena mereka memiliki hubungan erat atau hubungan kontak dengan pasien positif Covid-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mimika Reynold Ubra di Timika, Selasa (5/5/2020), seperti dilaporkan Antara.

Menurut dia, 516 orang yang terindikasi terserang virus corona menurut hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat diminta menjalani isolasi mandiri mengingat kapasitas fasilitas karantina di Wisma Atlet dan Mimika Sport Complex tidak cukup untuk menampung mereka semua.

Orang-orang yang terindikasi terserang Virus Corona, ia melanjutkan, akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah mereka positif terserang Covid-19.

"Ini hanya sebagai pertanda awal untuk selanjutnya akan dipastikan lagi dengan pemeriksaan PCR," katanya.

Reynold menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Mimika masih punya stok sekitar 2.800 alat tes diagnostik cepat, sebagian di antaranya akan digunakan untuk memeriksa 237 orang dari hasil pelacakan kontak.

Selain itu, menurut dia, pemeriksaan dilakukan di tempat-tempat ibadah, pintu masuk bandara dan pelabuhan, serta penumpang pesawat yang tiba di Timika pada minggu ketiga April.

"Pada teman-teman di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bertugas pada 10 puskesmas dalam wilayah kota dan sekitar Kota Timika sejak Sabtu (2/5) juga sudah mulai dilakukan rapid test (alat tes diagnostik cepat). Kami akan menambah lagi sekitar 5.000 rapid test serta melakukan tracing (pelacakan) serta testing berkelanjutan di Mimika," kata Reynold.

Sejak 29 Maret hingga 5 Mei 2020 jumlah kumulatif ada 87 kasus Covid-19 di Mimika. Saat ini 71 pasien COVID-19 masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Mimika, Shelter Wisma Atlet, dan Rumah Sakit Tembagapura.

Wilayah Kelurahan dan Distrik Tembagapura yang merupakan pusat permukiman karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan-perusahaan subkontraktornya menjadi kawasan zona merah penularan Covid-19 di Mimika, dengan jumlah kasus positif COVID-19 sampai 51 kasus.

Selain itu, penularan Covid-19 di Mimika terjadi di Wania (18 kasus), Mimika Baru (16 kasus), dan Kuala Kencana (dua kasus).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mimika Virus Corona covid-19 rapid test

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top