Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Pengapalan Investasi US$30 Juta untuk Penyimpanan Minyak

Banjirnya pasokan minyak global telah memaksa pengusaha dan pemilik kilang untuk mencari penyimpanan tambahan. Fasilitas apung menjadi sasaran karena lebih murah daripada penyimpanan di darat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 April 2020  |  12:59 WIB
Ilustrasi. Tanki penimbunan minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Tanki penimbunan minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Prima Marine Pcl, perusahaan transportasi laut, memperluas kapasitas penyimpanan tanki bahan bakarnya seiring melimpahnya pasokan minyak mentah, bensin, dan bahan bakar lainnya yang memicu permintaan untuk tangki apung.

Chief Financial Officer Viritphol Churaisin mengatakan perusahaan yang bermarkas di Bangkok itu memperkirakan akan menginvestasikan sekitar US$30 juta pada kuartal ini untuk satu kapal penyimpanan baru, menambah delapan kapal dengan kapasitas penuh.

Banjirnya pasokan minyak global telah memaksa pengusaha dan pemilik kilang untuk mencari penyimpanan tambahan. Fasilitas apung menjadi sasaran karena biasanya lebih murah daripada penyimpanan di darat.

"Kami sedang mempertimbangkan lebih banyak kapasitas apung. Surplus pasokan telah menciptakan permintaan besar untuk penyimpanan minyak dan bahan bakar," kata Viritphol, dilansir Bloomberg, Rabu (29/4/2020).

Sementara itu, harga minyak mentah telah anjlok sekitar 80 persen tahun ini karena tekanan ekonomi virus Corona menurunkan permintaan secara dramatis.

Viritphol melanjutkan, unit transportasi Prima Marine sendiri mengalami kemacetan lalu lintas. Namun, dia masih berharap untuk mencapai target pertumbuhan laba perusahaan minimal 10 persen tahun ini. Unit penyimpanan dan pengiriman biasanya masing-masing menyumbang 40 persen dari pendapatan. Perusahaan ini juga menawarkan dukungan eksplorasi lepas pantai dan manajemen kapal.

"Pertumbuhan pendapatan Prima Marine akan tetap kuat di semester pertama karena bisnis penyimpanan apung," kata Siam Tiyanont, seorang analis di Phillip Securities (Thailand) Co.

Saham Prima Marine telah melonjak lebih dari 60 persen pada bulan lalu, kenaikan terbesar kedua di antara perusahaan transportasi laut dunia dengan nilai pasar minimal US$500 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak mentah

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top