Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerima Bantuan Kemensos Tak Berhak Dapat BLT Dana Desa

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengeluarkan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa bagi warga terdampak Covid-19, yang hanya diberikan kepada masyarakat yang belum mendapat bantuan lainnya.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 27 April 2020  |  15:44 WIB
Petugas Jaring Pengaman Sosial (JPS) swadaya tingkat desa memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19 di Perumahan Candi Asri, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2020). Warga setempat secara swadaya melakukan iuran yang hasilnya disumbangkan kepada warga terdampak Covid-19 berupa sembako dan hand sanitizer. - Antara/Anis Efizudin\n
Petugas Jaring Pengaman Sosial (JPS) swadaya tingkat desa memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19 di Perumahan Candi Asri, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2020). Warga setempat secara swadaya melakukan iuran yang hasilnya disumbangkan kepada warga terdampak Covid-19 berupa sembako dan hand sanitizer. - Antara/Anis Efizudin\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengeluarkan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa bagi warga terdampak Covid-19, yang hanya diberikan kepada masyarakat yang belum mendapat bantuan lainnya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan penerima bantuan lain tidak boleh lagi menerima BLT dana desa seperti bantuan Sembako dan Program Keluarga Harapan dan Kementerian Sosial.

"Yang dapat bantuan PKH [Program Keluarga Harapan], bantuan pangan, kartu pra kerja dan bantuan sosial non tunai tidak dapat lagi menerima BLT dana desa," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (27/4/2020).

BLT dana desa diberikan berupa uang tunai baik diberikan langsung maupun melalui pengiriman lewat rekening bank. Para penerima berhak mendapat dana Rp600.000 per bulan per KK selama 3 bulan.

Adapun untuk mendata hal tersebut Kepala Desa diminta cermat dalam menetapkan penerima BLT dana desa. Pasalnya, penerima bantuan hanya mendapatkan satu paket bantuan.

"Kalau dari Kemensos dananya dari pusat. Kementerian desa menggunakan dana desa [untuk BLT dana desa]," ujarnya.

Sementara itu, pemerintah telah menyalurkan sejumlah paket bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Program tersebut masuk dalam jaring pengaman sosial.

Setidaknya terdapat dua kategori bantuan yang diberikan yaitu bantuan sosial reguler Kemensos, bantuan penugasan khusus Presiden dan bantuan tanggap darurat Kemensos.

Bantuan sosial reguler dari Kemensos mencakup bantuan sosial sembako bagi warga DKI Jakarta senilai Rp600.000 per bulan per keluarga selama tiga bulan bagi 1,3 juta kepala keluarga.

Selain itu, bantuan sosial sembako bagi kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi senilai sama selama tiga bulan bagi 600.000 KK.

Di sisi lain bantuan penugasan khusus Presiden mencakup bantuan sosial tunai untuk luar Jabodetabek senilai Rp600.000 per bulan per keluarga bagi 9 juta KK yang terdampak Covid-19.

Sementara itu bantuan darurat Kemensos meliputi Bansos sembako dan makanan siap saji bagi warga DKI Jakarta yang disalurkan pada 7 - 19 April 2020. Bansos ini merupakan penyaluran 300.000 paket sembako senilai Rp200.000 per paket.

Terakhir adalah bantuan santunan kematian bagi masyarakat yang meninggal akibat Covid-19. Bantuan tersebut diberikan kepada ahli waris senilai Rp15 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos dana desa
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top