Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Tiga Menteri Jokowi yang Dapat Sentimen Negatif di Twitter

Menteri yang menjadi perbincangan netizen terkait kasus Covid-19, yaitu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly, dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 27 April 2020  |  15:23 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) menyampaikan arahan saat Sidang Kabinet Paripurna tentang ketersediaan anggaran dan pagu indikatif 2020 di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). Presiden menekankan untuk meningkatkan belanja modal dan mengurangi belanja barang, meminta kementerian memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan serta menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kiri) menyampaikan arahan saat Sidang Kabinet Paripurna tentang ketersediaan anggaran dan pagu indikatif 2020 di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). Presiden menekankan untuk meningkatkan belanja modal dan mengurangi belanja barang, meminta kementerian memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan serta menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Datalyst Imam Maulana mengatakan ada tiga menteri Kabinet Indonesia Maju yang mendapat sentimen negatif di sosial media, khususnya Twitter.

Respons negatif tersebut berkaitan dengan dengan kinerja tiga menteri dalam menangani wabah virus Corona (Covid-19). Instrumen machine learning Indef juga menjaring percakapan tentang individu-individu pejabat dan jajaran pemerintahan.

"Dari total 248 ribu percakapan tentang isu Covid-19 ini, terjaring tidak kurang dari sekitar 22,574 percakapan tentang presiden Jokowi. Dari hasil analisis sentimen pada data tersebut, 66 persen merupakan sentimen negatif dan 34 persen merupakan sentimen yang positif," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Senin (27/4/2020).

Dia menuturkan data tersebut memperlihatkan Presiden Jokowi merupakan pejabat yang paling sering dibicarakan dibandingkan pejabat-pejabat lainnya. Menteri yang menjadi perbincangan netizen terkait kasus Covid-19, yaitu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly, dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada riset Indef pertama, Menteri Kesehatan Terawan merupakan pejabat yang paling banyak diperbincangkan, yaitu sebanyak 16.500 percakapan di Twitter. Namun, Menkes Terawan dalam riset ini tidak lagi sering menjadi percakapan warganet karena terjaring hanya 2.348 percakapan.

Pejabat lain yang sering diperbincangkan warganet dalam riset kali ini justri Menteri Kehakiman dan HAM Yasonna Laoly, yaitu sebanyak 6.895 percakapan.

"Dari total percakapan tersebut ada sekitar 81 persen memiliki sentimen negatif. Hal itu dipici pernyataan Yasonna soal pembebasan narapidana, khususnya napi koruptor untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di lapas," jelasnya.

Selain Terawan dan Yasonna, menteri lain yang menjadi bahan perbicangan netizen adalah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Perbicangan soal kebijakan Luhut di Twitter melonjak dari hanya 14 perbincangan pada riset big data Indef periode I (27 Februari-23 Maret) menjadi 1.167 percakapan pada periode ini.

"Sentimen negatif tentang Luhut Binsar terjadi karena kebijakan terkait izin ojek operasional dan beroperasinya bus antarkota. Seperti diketahui, Luhut saat ini berstatus pelaksana tugas [Plt] Menteri Perhubungan," ungkap Imam.

Riset Big Data merekam percakapan, perbincangan, pernyataan, sikap dan sentimen orang yang berpartisipasi di dalam proses kebijakan melalui media sosial. Dalam riset big data Indef yang kedua ini percakapan yang berhasil dijaring dari media sosial (Twitter) mencapai hampir setengah juga atau tepatnya 476,7 ribu percakapan dan berasal dari akun 397,2 ribu orang.

Imam mengatakan keunggulan riset big data ini, berbeda dengan riset survei konvensional, karena selain menyaring ratusan ribu atau jutaan percakapan juga bisa melihat berbagai dimensi dari sikap, perbincangan, dan pernyataan yang dominan di dalam big data tersebut. Pengumpulan Data mining pada Twitter dan portal berita online secara umum dilakukan pada periode 27 Maret sampai 25 April 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi twitter Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top