Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkab Sukabumi Pasrah, Kewalahan Bendung Arus Pemudik dari Zona Merah Corona

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakui kewalahan membendung kedatangan pemudik yang datang dari berbagai daerah zona merah seperti Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi, DKI Jakarta dan wilayah zona merah Virus Corona (Covid-19) lainnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 April 2020  |  20:10 WIB
Petugas gabungan dari pemerintah Kabupaten Sukabumi, TNI/polisi, dan petugas keamanan lain saat memeriksa penumpang kendaraan yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19. -  Antara/Aditya Rohman
Petugas gabungan dari pemerintah Kabupaten Sukabumi, TNI/polisi, dan petugas keamanan lain saat memeriksa penumpang kendaraan yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19. - Antara/Aditya Rohman

Bisnis.com, SUKABUMI - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakui kewalahan membendung kedatangan pemudik yang datang dari berbagai daerah zona merah seperti Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi, DKI Jakarta dan wilayah zona merah Virus Corona (Covid-19) lainnya.

"Mudik merupakan hak dan kami tidak bisa menolak mereka yang pulang, namun demikian kami akan mengedukasi warga yang tinggal di zona merah atau tidak mudik dahulu pada Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Jumat (24/4/2020), seperti dilaporkan Antara.

Merekajuga mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang melarang warga untuk mudik alias pulang kampung pada bulan suci Ramadhan ini untuk merayakan Idul Fitri di kampung halamannya masing-masing. Tentunya larangan itu harus dipatuhi seluruh masyarakat khususnya warga Sukabumi yang bekerja maupun tinggal di luar daerah.

Tapi harus diakui kedatangan pemudik tidak bisa dibendung apalagi pintu masuk ke kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Pulau Bali ini banyak. Selain itu, pemudik pun kucing-kucingan dengan petugas yang melakukan pengawasan.

Maka dari itu, untuk meminimalisasikan membludaknya pemudik yang datang, pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Indonesia dan TNI serta unsur keamanan lain untuk melakukan langkah preventif dalam upaya pencegahan di daerah perbatasan.

Menurut Marwan, pemerintah dan petugas keamanan tidak bisa bekerja sendiri dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, tetapi masyarakat mempunyai peran penting dalam melakukan pencegahan penularan virus mematikan ini.

Seperti memberikan edukasi atau pemahaman minimalnya kepada keluarganya agar lebaran kali ini tidak perlu mudik karena berisiko terhadap penyebaran virus corona dan harus bisa menahan diri demi kebaikan serta kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

"Alangkah baiknya kita menahan diri untuk mudik karena banyak risiko, bahkan pemerintah pusat secara tegas akan memberikan sanksi kepada siapapun warga yang nekad mudik," katanya.

Pada sisi lain, Marwan mengatakan, jika pemudik yang sudah datang ke Sukabumi diwajibkan melapor kepada perangkat pemerintahan di daerahnya masing-masing seperti penguru RT dan RW, serta wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan selalu melaporkan kondisi kesehatannya.

Jangan setelah sampai ke Sukabumi malah berkeliaran, tidak melapor dan melakukan isolasi mandiri. Sebab, sudah banyak kasus pemudik yang datang ke kampung halamannya positif terinfeksi Covid-19 dan menularkan ke orang lain.

Ini baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan baik rapid test maupun swab hasilnya positif, ternyata yang bersangkutan merupakan orang tanpa gejala (OTG), sehingga ini yang menjadi kekhawatiran pihaknya di mana orang tersebut terlihat sehat dan tidak ada gejala yang mengarah terinfeksi, nyatanya positif Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukabumi Mudik Lebaran Virus Corona covid-19

Sumber : Antara

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top