Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Jepang Tertekan Covid-19, Diproyeksikan Kian Suram

Ekonomi Jepang berada dalam situasi yang sangat parah dan memburuk dengan cepat serta memangkas outlook ekonominnya secara keseluruhan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 23 April 2020  |  17:57 WIB
Sejumlah orang berada di distrik perbelanjaan dan hiburan Dotonbori di Osaka, Jepang, Rabu (8/4/2020), sehari setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat selama sebulan untuk Tokyo, Osaka, dan lima perfektur lainnya untuk menekan angka penyebaran virus corona COVID-19./Antara - AFLO
Sejumlah orang berada di distrik perbelanjaan dan hiburan Dotonbori di Osaka, Jepang, Rabu (8/4/2020), sehari setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat selama sebulan untuk Tokyo, Osaka, dan lima perfektur lainnya untuk menekan angka penyebaran virus corona COVID-19./Antara - AFLO

Bisnis.com, JAKARTA - Laporan bulanan Jepang menggambarkan ekonominya memburuk untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global akibat kerusakan yang meluas dari virus corona atau Covid-19.

Kantor Kabinet Jepang mengatakan ekonomi berada dalam situasi yang sangat parah dan memburuk dengan cepat serta memotong pandangannya tentang ekonomi secara keseluruhan untuk dua bulan berturut-turut.

Dilansir melalui Bloomberg pada Kamis (23/4/2020), Jepang menurunkan ekspektasinya untuk pengeluaran konsumen, produksi, pendapatan perusahaan dan lapangan pekerjaan.

Untuk proyeksi ekonomi, Jepang memperkirakan kondisi yang ekstrim akan terus berlanjut karena pandemi.

Prospek yang suram disampaikan setelah jumlah kasus virus yang terkonfirmasi di Jepang naik melampaui 11.000 kasus dan Perdana Menteri Shinzo Abe telah memperluas status darurat agar mencakup seluruh negara.

Beberapa analis melihat ekonomi Jepang akan menyusut lebih dari 20 persen pada kuartal II/2020.

Dilansir melalui NHK, pemesanan untuk perjalanan kereta domestik untuk liburan musim semi mendatang hampir sepersepuluh dari tingkat tahun lalu, karena orang-orang didesak untuk tinggal di rumah.

Pemerintah juga menurunkan penilaian ekspor untuk pertama kalinya dalam 15 bulan terakhir, dan pandangannya tentang produksi industri untuk pertama kalinya diturunkan dalam empat bulan.

Produksi dan ekspor mobil negara itu juga merosot karena permintaan global yang menurun dan pasokan suku cadang yang terbatas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top